Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jokowi
Mahasiswa Riau dan Palu Menuntut Jokowi Mundur
2018-09-11 05:35:26

Tampak saat aksi mahasiswa BEM UIR.(Foto: Istimewa)
PEKANBARU, Berita HUKUM - Aksi ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9) sore. Mereka menuntut, agar Presiden Joko Widodo untuk diturunkan dari jabatannya.

Mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna biru tua ini, tiba di gedung rakyat sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' 'Save Demokrasi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

Selain itu, mereka membawa boneka pocong dengan foto Jokowi. Setibanya di depan gerbang kantor DPRD Riau, massa sudah ditunggu oleh aparat Kepolisian yang berjaga. Namun, aparat tak bisa berbuat apa-apa saat massa memaksa masuk ke halaman DPRD.

Setelah berhasil meringsek masuk, massa mengantungkan pocong itu di sebuah tiang di kantor DPRD Riau. Sementara Bendera Merah Putih mereka turunkan setengah tiang. Tampak pocong tersebut tergantung di tiang itu. Sekitar 15 menit di luar gedung, mereka memaksa masuk ke dalam gedung.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kami Mahasiswa UIR, atas nama mahasiswa Indonesia menurunkan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia," ujar orator di dalam gedung DPRD Riau, yang terlihat dengan melakukan teatrikal menurunkan 'Pocong' tersebut.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan Polisi dan Satpol PP. Meski begitu, massa berhasil masuk ke dalam gedung sambil membawa serta pocong Jokowi ke dalam gedung. Mereka masuk ke dalam gedung rapat paripurna.

Koordinator Lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka suarakan pada sore ini. "Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1," ujarnya, Senin (10/9).

Di dalam ruangan rapat paripurna, para mahasiswa ini menggelar sidang rakyat yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam aksinya, mahasiswa Riau tersebut sempat mengarak dan membakar 'pocong Jokowi' yang dibaringkan di jalanan depan Kantor DPRD Riau.

Sementara diketahui, selain aksi di Riau, aksi demonstrasi juga berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah oleh ratusan massa yang tergabung dari mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, demonstrasi digelar di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (10/9) yang meminta Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

Dalam tuntutan aksi mereka yang dimulai pukul 09.00 wita itu mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian.

Aksi ini diwarnai dengan membakar ban bekas, tepat di pintu masuk kantor DPRD Sulteng. Salah seorang Polisi sontak menyiram air ke massa aksi dengan menggunakan ember.

Massa sebelumnya sudah diperingati oleh aparat Kepolisian untuk tidak melakukan pembakaran ban. Namun, upaya pembakaran terus dilakulan sebagai aksi protes terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Indonesia.

Massa aksi juga ingin memaksa masuk agar aspirasinya diterima oleh perwakilan anggota DPRD RI. Mereka memanjat pagar dan mendobrak dobrak pintu pagar DPRD Sulteng.

Kordinator aksi, Moh.Takdir menyampaikan, mereka meminta Jokowi turun dari jabatan Presiden karena dianggap gagal memperbaiki perekonomian.

"Jokowi gagal membawa Indonesia menjadi lebih baik," tuturnya.

Aksi demonstrasi ini berakhir pada pukul 11.30 wita dengan kondusif dan aman serta di bawah pengendalian oleh aparat Kepolisian.(ica/JPC/jawapos/nusanews/bh/sya)



 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]