Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Mahasiswa Dibohongi Jokowi Bukan Hal Baru
Tuesday 26 May 2015 17:19:42

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi).(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyataan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang merasa dibohongi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukanlah hal yang baru. Mengingat, Presiden Jokowi memang selalu tidak konsisten terlihat dari banyak janji kampanyenya yang hingga kini belum terealisasi.

Demikian dikatakan mantan aktivis, Desmond Junaidi Mahesa saat berbincang dengan Okezone, Senin (25/5).

Desmond yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan, sebagai aktivis, dirinya melihat para mahasiswa masih memiliki niat tulus dengan prasangka baik masih mau berdialog dengan Presiden Jokowi terkait dengan kebijakannya yang dianggap tidak prorakyat.

“Jika ini bicara dari ranah mahasiswa yang sifatnya intelek. Tapi yang disayangkan presidennya tidak konsisten akan janjinya. Ini menurut saya bukan hal yang baru. Bagi kami yang memantau Jokowi dari pihak kekuasan, ya kalau kita catat janji Jokowi banyak yang tidak dipenuhi,” ujarnya.

Desmond menegaskan, mahasiswa harus mulai berpikir jernih, dengan merujuk dari berbagai janji kampanye Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai presiden, apakah sudah terealisasi atau belum. Dirinya pun membandingkan ketika gerakan mahasiswa di era orde baru yang begitu progresif untuk menyuarakan aspirasi.

“Saya dengan mahasiwa dulu bukan tidak suka dengan pribadi Soeharto, tapi lebih kepada sistemnya, karena tidak ada kepastian. Nah, dengan kita memberikan kekuasaan ke Jokowi ada harapan baru enggak, apakah ada kesejahteraan yang lebih baik. Kalau saya sih menilai apa yang ada di kepala mahasiswa ini, silakan menilai sendiri,” tegasnya.

Desmond menambahkan, seharusnya dialog terbuka yang akan dilakukan mahasiswa ini bisa menjadi wadah klarifikasi Presiden Jokowi. Begitu juga dengan mahasiswa ingin mendengar problem yang dihadapi pemerintah.

“Ini sebenarnya kesempatan Jokowi untuk mengklarifikasi, jadi kembali ke benak mahasiswa, apakah memang ketidakmampuan Jokowi memimpin negara, atau Jokowi main-main saja, buang-buang waktu, sehingga membuat tatanan rusak, ekonomi jelek, dan tatanan hukum hancur,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua BEM UI Andi Aulia Rahman dalam akun Twitter-nya @andauliar mengungkapkan kekecewaan terhadap Presiden Jokowi. Kicauannya di Twitter disertai tanda pagar (Tagar) #JokowiBohong.

Mahasiswa kecewa lantaran Presiden Jokowi dikabarkan tak dapat menemui mahasiswa pada Senin 25 Mei seperti yang sudah dijanjikan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan, untuk melakukan dialog terbuka.(Ari/okezone/bh/sya)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]