Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Venezuela
Maduro Tuduh AS Ingin Membunuhnya dan Gulingkan Pemerintah Venezuela
2018-12-16 11:25:50

Maduro menggelar jumpa pers di Istana Miraflores, Caracas.(Foto: @maduro_en)

VENEZUELA, Berita HUKUM - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menuduh Amerika Serikat sedang berencana membunuhnya dan menggulingkan pemerintahannya.

Pada jumpa pers di Caracas, Maduro secara gamblang menyatakan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, terlibat secara pribadi dalam penyusunan rencana tersebut. Namun Maduro tidak mengutarakan bukti tuduhan tersebut.

"John Bolton ditugaskan mengatur pembunuhan saya, mengerahkan pasukan asing, dan memasang pemerintahan transisi di Venezuela," ujar Maduro.

Maduro menegaskan rakyat Venezuela siap melawan dengan bantuan "negara-negara sahabat".

Ucapan tersebut tampaknya merujuk pada kedatangan dua pesawat pengebom Rusia Tu-160 di Venezuela, awal pekan ini.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengatakan keberadaan dua pesawat yang mampu mengangkut senjata nuklir tersebut merupakan bagian dari latihan angkatan udara.

"Ini yang kita lakukan bersama sahabat kami, karena kami punya sahabat-sahabat di dunia yang membela hubungan bermartabat dan seimbang."

Akan tetapi, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut kedatangan dua pesawat itu menyimbolkan "dua pemerintahan korup yang menyia-nyiakan uang masyarakat".

Pemerintah Rusia mengatakan ucapan Pompeo "sama sekali tidak pantas".

rusiaHak atas fotoAFP
Image captionMenteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino (baris pertama, kedua dari kiri) menyambut kedatangan pilot dan pesawat pengebom Rusia di Venezuela.

Seberapa dalam krisis ekonomi Venezuela?

Lebih dari dua juta orang telah melarikan diri dari Venezuela sejak 2014. Jumlah itu setara dengan 7% dari seluruh populasi Venezuela.

Venezuela menuding AS telah melancarkan perang ekonomi demi mengakhiri sosialisme yang telah berkuasa di negara itu hampir 20 tahun.

Maduro menyalahkan kebijakan-kebijakan dan beragam sanksi dari AS atas inflasi tinggi, kekurangan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Pada Senin (10/12), perusahaan pembuat ban asal AS, Goodyear, mengumumkan penghentian operasional di Venezuela.

Beragam perusahaan asing, termasuk Kellogg dan Clorox, telah angkat kaki terlebih dulu.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Venezuela
 
• Belasan Politikus Oposisi Venezuela Dituduh Makar, Beberapa Berlindung di Kedutaan Asing
 
• Juan Guaido Kembali ke Venezuela Meski Berisiko Ditangkap Pemerintah
 
• Presiden Maduro Peringatkan Soal Perang Saudara di Venezuela
 
• Bagaimana Krisis Dalam Negeri Venezuela Dapat Menjadi Masalah Global
 
• Maduro Tuduh AS Ingin Membunuhnya dan Gulingkan Pemerintah Venezuela
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]