Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pangan
Legislator Kecewa Harga Pangan Kembali Naik
2018-05-22 00:15:19

Ilustrasi. Beberapa macam merk beras yang dijual di supermarket.(Foto: BH /sya)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IV DPR RI Kasriyah menyesali dan kecewa akan terulangnya kenaikan harga beberapa komoditi yang terjadi di awal bulan Ramadhan. Pasalnya, jauh sebelum bulan Ramadhan Komisi IV sudah minta Bulog (badan urusan logistik) dan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Sejak jauh hari kami sudah mengingatkan Bulog, dan Kementerian Pertanian serta instansi terkait lainnya seperti Kementerian Perdagangan yang sempat menggelar rapat dengan Komisi IV DPR. Kami meminta mereka untuk mengantisipasi baik terkait dengan stok atau ketersediaan, maupun melonjaknya harga pangan, juga beberapa komoditi utama lainnya menjelas bulan Ramadhan, serta Idul Fitri mendatang. Namun kenyataannya, lagi-lagi kami menemukan hal yang tidak berbeda dari tahun sebelumnya, harga-harga melonjak, rakyat menjerit," ujar Kasriyah kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut anggota dewan dari daerah pemilihan Kalimantan Timur ini, hal tersebut diketahuinya ketika ia turun langsung ke pasar-pasar, dan mendengar langsung keluhan dari masyarakat. Masyarakat mengeluhkan melonjaknya harga beras yang masuk dalam Sembilan bahan pokok, serta beberapa komoditi utama seperti bawang putih dan bawang merah, serta harga daging. Padahal pemerintah beberapa kali meyakini bahwa tidak akan ada kenaikan harga menjelang dan di saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang.

Melihat kondisi demikian, politisi Fraksi PPP ini mengaku bersama koleganya sesama anggota dan pimpinan anggota Komisi IV DPR akan segera memanggil Kepala Bulog dan beberapa instansi pemerintah lainnya yang konon memiliki satgas pangan untuk segera mendiskusikan hal tersebut dan mencari solusi untuk lakukan stabilitasi harga.

"Kami akan panggil Bulog dan beberapa instansi pemerintah lainnya untuk mendiskusikan hal ini dan segera mencari solusi untuk stabilitasi harga. Bahkan selagi kami merapatkan hal itu, saya juga berharap agar pemerintah segera lakukan operasi pasar, Bulog harus turun ke lapangan segera. Jangan sampai harga dibiarkan terus merangkak naik," tegas Kasriyah.(ayu/sc/DPR/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Pangan
Gerindra Ungkap Paradoks Kebijakan Pangan Rezim Jokowi
Kondusifitas Jelang Pemilu 2019 Berpengaruh Pada Swasembada Pangan
Polri Gelar Rakor Satgas Pangan /BBM dan Gas terkait Ketersediaan dan Stabilitas Harga
Kedaulatan Pangan Masih Dipertanyakan
Legislator Kecewa Harga Pangan Kembali Naik
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Gerindra Ungkap Paradoks Kebijakan Pangan Rezim Jokowi
Raih Piala Adipura, Benny Tatung Apresiasi Kerja Keras Pemerintah Musi Banyuasin Wujudkan Sustainable City
Pemilu 2019 Tak Boleh Timbulkan Luka
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
Jelang Debat Perdana Pilpres 2019 Digelar KPU, PMJ Menyiapkan 4 Lapis Penjagaan
Menteri Agama: Pentingnya Jaminan Produk Halal Bagi Konsumen Muslim
Ditresnarkoba PMJ Menangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika dengan 2,3 Kg Shabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]