Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Tambang
LSM Surati Produsen Timah Agar Pedulikan Lingkungan dan Tambang di Bangka Belitung
Friday 08 Mar 2013 21:57:09

Tambang Timah (Foto: Ist)
BANGKA BELITUNG, Berita HUKUM - Sebagian timah dunia berasal dari Pulau Bangka Belitung. Timah tersebut digunakan untuk produk elektronik, termasuk handphone. Bahkan merek-merek besar handphone, seperti Apple menggunakan timah dari Bangka Belitung.

Namun akibat penambangan sekala luas dan ratusan tahun, Pulau Bangka khususnya mengalami kerusakan lingkungan parah. Setelah penambangan di darat yang menghancurkan lahan-lahan produktif untuk pertanian lada dan hutan, penambangan bergeser ke laut. Bahkan PT Timah menggunakan slogan Go Offshore Go Deeper (Ke Laut, Lebih Dalam).

Penambangan timah yang takan aman juga akibatkan korban jiwa. Sepanjang tahun 2012, terdapat 83 manusia (tentu saja mereka semua ini gantungan hidup keluarga, punya anak dan orang tua).

Kerusakan lingkungan dan korban jiwa manusia ini jika terus berlangsung mengakibatkan jadi ironi produk-produk elektronik yang setiap hari dipasarkan dan digunakan masyarakat.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bersama grup organisasi lingkungan hidup Friends of the Earth Netherlands, Friends of the Earth Inggris menyayangkan situasi lingkungan dan keselamatan manusia terkait kegiatan penambangan timah di provinsi Bangka Belitung.

Mereka meminta agar penambangan memperhatikan pendapat masyarakat yang terdampak (veto rakyat), tidak akan melakukan penambangan timah di kawasan lindung di hutan dan di laut.

Penambangan di laut tidak akan membahayakan terumbu karang,mangrove, rumput laut, daerah penangkapan ikan nelayan. Terhadap lingkungan yang sudah rusak, mereka mendesak agar dilakukan perbaikan lingkungan hidup.(rls/bhc/rby)


 
Berita Terkait Tambang
 
Carut-Marut Soal Tambang, Mulyanto Sesalkan Ketiadaan Pejabat Definitif Ditjen Minerba
 
Diperiksa KPK, Anak Buah Menteri Bahlil Dicecar soal Pemberian IUP Tanpa Mekanisme
 
Diduga Salah Gunakan Wewenang, Komisi VII Segera Panggil Menteri Investasi
 
Disorot KPK, Bahlil Lahadalia Berpeluang Dipanggil Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang IUP
 
Setumpuk Masalah di Balik Investasi China - 'Demam Nikel Membuat Pemerintah Kehilangan Akal Sehat'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]