Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Uighur
Krisis Politik Awali Konflik di Negara Muslim
2019-03-20 08:48:42

Ketua Delegasi DPR RI Fadli Zon menyoroti isu-isu krusial dunia Muslim dalam acara puncak Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-14 di Maroko.(Foto: @fadlizon)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Delegasi DPR RI Fadli Zon menyoroti isu-isu krusial dunia Muslim dalam acara puncak Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-14 di Maroko, baru-baru ini. Fadli sangat prihatin atas konflik berkepanjangan yang mendera negara-negara Muslim yang utamanya lantaran dipicu krisis politik.

Akibatnya, lanjut Wakil Ketua DPR RI itu, 60 persen konflik global terjadi di negara-negara Muslim. Ia lantas menyampaikan pengalaman krisis politik Indonesia tahun 1998 yang diselesaikan melalui mekanisme demokrasi yang pada akhirnya berhasil membawa Indonesia menyadari bahwa demokrasi pilihan tepat melangkah ke depan.

"Kekerasan adalah jalan kehancuran. Demokrasi lebih mengedepankan dialog dan beradu gagasan yang hal tersebut selaras dengan Syura. Demokrasi di Indonesia, berdampak pada pengokohan pelbagai institusi terutama parlemen yang misi utamanya mencegah penyalahgunaan kekuasaan pemerintah," tutur Fadli, dalam rilis yang diterima Parlementaria, Selasa (19/3).

Politisi Partai Gerindra ini meyakinkan reformasi politik yang sungguh-sungguh melalui mekanisme demokrasi atau syura dapat menyelesaikan pelbagai tantangan. Intinya, simpul Fadli, PUIC sejatinya harus menjadi ujung tombak reformasi politik di negara-negara Muslim.

Fadli juga kecewa atas respon negara-negara Muslim yang belum secara proporsional mendukung Muslim Uighur. Ia mengingatkan bahwa relasi ekonomi sejumlah negara-negara Muslim dengan China tidak seharusnya mengabaikan perlakuan Pemerintah Cina yang tidak manusiawi tersebut.

"Saya ingatkan kembali bahwa misi pembentukan PUIC antara lain menghormati dan memperjuangkan penegakan HAM (Hak Asasi Manusia). Kami Negara Republik Indonesia mengusulkan agar dibuat pembentukan Misi Khusus PUIC ke Wilayah Uighur," tegas politisi dapil Jawa Barat V tersebut.

Terakhir mewakili Indonesia, ia meminta negara-negara Muslim mengulurkan dukungan penuh terhadap Pemerintah Bangladesh terkait penanganan pengungsi Muslim Rohingya. Fadli juga mengingatkan bahaya intensifikasi normalisasi Israel dengan negara-negara Muslim termasuk negara-negara Arab.

"Kemerdekaan penuh Palestina akan sangat sulit jika eksistensi Israel menguat melalui intensifikasi normalisisasi. Negara-negara Muslim harus sangat berhati-hati ketika berinteraksi dengan Israel," tutup Pimpinan DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu.(er/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Uighur
 
• Rekaman Kamp Uighur Tayang di YouTube, Warga Khawatir Keselamatan Vlogger
 
• China Ciptakan 'Situasi Mengenaskan dan Menakutkan' Bagi Warga Minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, 'Ingin Hapus' Keyakinan Agama Islam dan Praktik Etno-Kultural
 
• Kesaksian Jurnalis BBC Diusir dari China: 'Realitas Suram Peliputan di China yang Mendepak Saya Keluar'
 
• China Larang Siaran BBC News karena Laporan tentang Uighur dan Covid-19
 
• Bagaimana China 'Manfaatkan' Undangan Liputan ke Xinjiang untuk Mengontrol Narasi tentang Muslim Uighur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]