Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Papua
Kota Sentani Sempat Mencekam
Tuesday 02 Aug 2011 18:14:08

Ilustrasi
SENTANI (BeritaHUKUM.com) - Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Komite Nasional Pembebasan Irian Barat (KNPB) berkumpul di pertigaan Bandara Klas I Khusus Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (2/7). Mereka menuju Waena, untuk bergabung dengan massa di sana yang melakukan orasi dalam rangka mendukung rencana pertemuan "International Lawyer for West Papua" di London, Inggris.

Akibat aksi tersebut, Sentani sempat menjadi sepi dan mencekam. Toko-toko serta pusat ekonomi di sepanjang jalan protokol tutup. Kendaraan umum pun sepi, sehingga banyak penumpang terlantar di jalan-jalan, terutama jurusan Sentani-Abe. Begitupun kendaraan umum dalam kota di Sentani, para sopir lebih memilih pulang ke rumah ketimbang penumpang.

Sebagian besar masyarakat Sentani, justru menjadikan aksi tersebut sebagai tontonan yang menarik, karena para pendemo menggunakan berbagai macam atribut, seperti koteka. Untuk pengamanan aksi tersebut, Polres Jayapura menurunkan 250 personel gabungan Brimob Polda Papua yang dipimpin langsung Kapolres AKB Mathius D Fakhiri.

Dari Jakarta, Koordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan, peristiwa penyerangan oleh sekelompok warga bersenjata tak dikenal di Abepura, menjadi indikasi sekuritisasi yang kian ketat. Namun, citra Papua sebagai daerah yang tidak aman akan tetap berlanjut. Tingkat keamanan di Papua selalu meningkat ini, ditengarai adanya pembiaran oleh aparat keamanan setempat agar proyek sekuritisasi tetap berjalan.

"Salah satu kemungkinan adanya peristiwa penembakan di Papua itu untuk membangun image bahwa Papua tidak aman. Di lihat dari sisi waktu, terjadinya penyerangan atau penembakan di Papua selalu berdekatan dengan peristiwa besar lainnya,” tandasnya.

Sementara Direktur Imparsial Poengky Indarti mengatakan, peristiwa penghadangan dan penyerangan sekelompok warga bersenjata tak dikenal di Abepura,diduga berkaitan dengan agenda international soal Papua yang berlangsung di Inggris.

"Agak susah memang untuk melihat siapa yang bermain. Tapi, saya menduga kalau ini ada hubungannya dengan international Lawyer for West Papua Conference di Inggris. Hal ini terkait dengan penentuan pendapat rakyat Papua yang akan diajukan kepada dunia internasional dalam waktu dekat," kata Poengky Indarti.

Mengenai keterlibatan OPM dalam penembakan ini, kata Poengky, hal tersebut sudah dibantah oleh komandan OPM di daerah Keerom, Lambert Pekikir, melalui media massa. "Ada perintah untuk tidak melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (1/8) dini hari, tiga warga sipil dan satu anggota TNI Yonif 756 tewas ditembak dan dibacok warga bersenjata itu saat melintas di ruas jalan Arso yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Keerom. Sementara, beberapa warga sipil lain mengalami luka-luka dan kini masih dirawat di RSUD Abepura dan RS Bhayangkara.(mic/sya)



 
Berita Terkait Papua
 
TNI-Polri Mulai Kerahkan Pasukan, OPM: Paniai Kini Jadi Zona Perang
 
Pemilik dan Masyarakat Papua Geruduk Kementerian LHK, Desak Menteri Usut Indikasi Mafia Tanah dan Hutan Adat di Jayapura Selatan
 
Kejati Pabar Penjarakan SA Mantan Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Papua
 
Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam
 
Pelinus Balinal Sebut Keamanan, Perdamaian dan Persatuan sebagai Prioritas di Kabupaten Puncak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]