Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Pendidikan
Koran Bekas Diubah Jadi Kap Lampu oleh Murid SDN 01 Kalibaru
2016-03-27 11:59:24

Tampak salah satu murid berprestasi SDN 01 Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara saat memperlihatkan hasil karyanya, Koran bekas yang dianyam menjadi kap lampu.(Foto: BH/san)
JAKARTA, Berita HUKUM - Murid SDN 01 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, telah menyulap koran bekas menjadi kap lampu. Pantas jika ide dan bakat cemerlang dari para siswa berprestasi ini beberapa kali meraih penghargaan khususnya baru-baru ini meraih juara perlombaan keterampilan di tingkat DKI Jakarta.

Hasil karya anak didik SDN 01 Kalibaru ini memliki nilai estetika yang unik. Ketika lampu ini dinyalakan akan tampak pencahayaan ruangan menjadi lebih indah dan nyaman. Selain itu, hasil karya para siswa ini dapat dimanfaatkannya sebagai lampu meja belajar di sekolah maupun di rumah. Dan tak sedikit yang menggunakannya sebagai pajangan hiasan di rumah.

Kepala Sekolah SDN 01 Kalibaru, Switha Yusfina Siregar, S.pd, saat ditemui di ruangan guru, Kamis (24/3) lalu. mengatakan kreasi dari anak-anak didiknya bukan terletak pada baik atau tidak baiknya produk yang dihasilkan, namun lebih kepada kepuasan dan semangat untuk kreasi menyalurkan kreatifitas.

Ia terus memacu siswanya dengan berupaya melakukan pembinaan secara kontinue dengan melibatkan semua guru. Switha mengaku merasa bangga dengan prestasi yang di raih para siswanya.

"Dengan pembinaan yang matang diharapkan kedepannya akan membuahkan hasil yang memuaskan, Kami akan selalu memotivasi anak didik dengan mengembangkan kemampuan dan bakat mereka," ujar perempuan berdarah Medan ini dengan senyum khasnya.

Ia optimis dengan upaya yang dilakukan saat ini, sekolah yang tengah dipimpinnya akan mendapatkan prestasi unggul pada perlombaan di masa yang akan datang. Prestasi yang diraih siswanya kata Switha, tidak serta merta hanya kontribusi dari pihak sekolah saja, namun kontribusi yang paling besar adalah dari pihak orangtua siswa. Sebab, dalam keseharian pihak orangtualah yang banyak berinteraksi dengan anaknya.

"Jadi pada prinsipnya semua punya peran yang saling melengkapi. Kerja sama yang terjalin harmonis baik dengan para guru maupun orangtua murid diharapkan dapat membuahkan hasil sehingga dapat mengharumkan nama baik sekolah," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa sebagai ajang mendidik anak didik untuk berprestasi, pembinaan dan perhatian memang memiliki fungsi yang sangat penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak didiknya. Sebab kondisi seperti ini merupakan saat-saat emas bagi sang anak dalam membangun kecerdasannya.

Untuk itu agar masa-masa keemasan itu tidak lewat begitu saja, maka memang sudah semestinya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, Switha mengaku akan mencoba melakukan yang terbaik untuk anak didiknya. "Kami sudah banyak melakukan pembinaan, ini semata-mata agar anak didik kami semakin berkualitas," pungkasnya.

Hal ini telah terbukti, lanjut Switha, baru-baru ini anak didiknya telah menoreh banyak prestasi dengan meraih sejumlah penghargaan diantaranya juara dalam perlombaan menganyam kap lampu dan puisi tingkat DKI Jakarta.(bhc/san)



 
Berita Terkait Pendidikan
 
HNW: Peraturan Menteri Agama Penanganan Kekerasan Seksual Mestinya Adil dan Masukkan Pendekatan Agama
 
Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unair, Firli Bagikan Tips Sukses hingga Jadi Presiden
 
Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021
 
HNW Minta Kemenag Tindak Tegas Pemotong Bantuan Pesantren
 
Ratna Juwita Pertanyakan Alokasi Dana Abadi Pesantren Tak Tercantum di APBN 2022
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]