Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Papua
Ketua DPD Partai Perindo Sorong Tertangkap Tangan Bawa Bendera Bintang Kejora
2019-09-03 17:51:55

Tampak Ketua DPD Perindo Kota Sorong, Sayang Mandabayan saat ditangkap membawa bendera Bintang Kejora.(Foto: Istimewa)
MANOKWARI, Berita HUKUM - Penangkapan oleh Apkam Gabungan di Bandara Pada pukul 16.21 s.d 16.44 WIT bertempat di Bandara Rendani Manokwari Jl. Trikora Rendani Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dilakukan penangkapan terhadap pelaku pembawa Bendera Bintang Kejora yang dibawa oleh Sayang Mandabayan yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong.

Sayang Mandabayan terbang dari Bandara DEO Sorong dengan menggunakan Pesawat Wings Air IW 1612 dengan tujuan Bandara Rendani Manokwari dalam rangka menghadiri dan mengikuti Aksi Demo Damai pada tanggal 3 September 2019 di wilayah Kabupaten Manokwari, Senen (2/9).

Partai Perindo membenarkan berita penangkapan Sayang Mandabayan yang merupakan Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong bernama lantaran membawa bendera bintang kejora di kopernya. Perindo langsung melakukan pemecatan terhadap Sayang.

"Iya berita ini benar. Kami langsung melakukan pemecatan dengan tidak hormat. Kami tidak menoleransi kepada siapa pun yang telah melakukan kegiatan melawan hukum, apalagi bagian dari separatisme. Bagi Perindo, NKRI adalah harga mati dan tidak bisa ditawar oleh siapa pun," kata Sekjen DPP Perindo Ahmad Rofiq saat dimintai konfirmasi, Selasa (3/9).

Sayang Mandabayan yang dipecat Partai Perindo karena membawa bendera bintang kejora. Sayang membawa 1.500 bendera bintang kejora dalam kopernya di Bandara Rendani, Manokwari.

"Bawa 1.500 lembar bendera kecil-kecil," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey saat dihubungi, Selasa (3/9).

2. Adapun kronologis kejadian, sebagai berikut :

a. Pukul 16.21 WIT Pesawat Wings Air IW 1612 leanding di Bandara Rendani Manokwari.

b. Pukul 16.30 WIT Sdri. Sayang Mandabayan memasuki ruang kedatangan untuk pengambilan bagasi.

c. Pukul 16.34 WIT Tim Avsec Bandara Rendani mencurigai gerak gerik Sdri. Sayang Mandabayan, sehingga Tim Avsec Bandara Rendani membawa Sdri. Sayang Mandabayan beserta 1 buah Koper berwarna Pink untuk dilakukan pemeriksaan di Ruang Security Avsec Bandara Rendani Manokwari.

d. Pukul 16.40 WIT Tim Pengamanan Security Bandara Rendani Manokwari melakukan pemeriksaan terhadap Koper milik dari Sdri. Sayang Mandabayan dan menemukan Bendera Bintang Kejora berukuran kecil ukuran 15 x 30 cm sebanyak 1.500 lembar di dalam Koper berwarna Pink milik Sdri. Sayang Mandabayan.

e. Pukul 16.44 WIT Sdri. Sayang Mandabayan di bawa oleh Tim Avsec Bandara Rendani Manokwari ke Polsek Rendani, selanjutnya Sdri. Sayang Mandabayan di jemput oleh Anggota Reskrim Polres Manokwari dengan menggunakan mobil jenis Toyota Avanza Nopol PB 1787 M dengan tujuan Polres Manokwari.

3. Adapun identitas tersangka sesuai KTP, antara lain :
a. Nama : Sdri. Sayang Mandabayan
b. TTL : Sorong, 18-09-1985
c. Alamat : Jalan F Kalasuat No 22
d. RT/ RW : 002/ 003
e. Kelurahan : Malaingkedi
f. Kecamatan : Malaimsisa
g. Agama : Kristen Protestan
h. Status : Belum kawin
i. Pekerjaan : Tidak Ada

Tujuan membawa bendera bintang kejora tersebut adalah:

1. Bahwa kedatangan Sdri. Sayang Mandabayan ke Manokwari dalam rangka mengikuti kegiatan aksi damai yang akan dilaksanakan oleh Kelompok Sosiality Comunity Papua pada tanggal 3 September 2019 di Kota Manokwari.

2. Sdri Sayang Mandabayan membawa Bendera Bintang Kejora berukuran kecil 15 x 30 cm sebanyak 1.500 lembar, dengan tujuan membagikan bendera tersebut kepada massa.

3. Sdri. Sayang Mandabayan merupakan Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong.

4. Saat ini Sdri. Sayang Mandabayan sedang dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut di Polres Manokwari.(dbs/kabarposnews/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Papua
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Kemenlu Harus Cegah Internasionalisasi Isu Papua
Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi
Pendekatan Dari Hati, Solusi Permasalahan Papua
Pemblokiran Internet di Papua, 'Merugikan Perekonomian Daerah' dan 'Memicu Masalah'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Asistennya sebagai Tersangka
Ridwan Hisjam: Golkar Perlu Reformasi Jilid II
Badiklat Kejaksaan Gembleng Ratusan CPNS Menuju SDM Unggul
Korupsi Berkomplot Anggota DPRD Kaltim, KPADK Minta Jaksa Agung Periksa Kembali 6 Tersangka
Legislator Anggap Karhutla Sebagai Bentuk Kegagalan Pemerintah
Tolak Bantuan DKI Jakarta Atasi Karhutla, Warga Riau Sebut Pemprov Riau Sombong
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]