Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
BUMN
Head of Agreement GMF dan IAS Fokus dalam Perawatan Pesawat dan Industrial Service
2019-01-09 16:29:12

Tampak saat acara Head of Agreement oleh Direktur Utama GMF, Iwan Joenarto dengan Direktur Utama IAS, Sabar Sundarelawan di Hanggar 4 GMF Cengkareng pada, Rabu (9/1).(Foto: BH /na)
TANGERANG, Berita HUKUM - PT Garuda Indonesia Facility Aero Asia,Tbk (GMF) resmi menjalin kerjasama dengan anak usaha BUMN, PT Indopelita Aircraft Service (IAS). Kerjasama yang dituangkan dalam Head of Agreement ini ditandatangani oleh Direktur Utama GMF, Iwan Joenarto dengan Direktur Utama IAS, Sabar Sundarelawan di Hanggar 4 GMF Cengkareng pada, Rabu (9/1).

Perjanjian kerjasama antara GMF dengan anak usaha Pelita Air Service milik Pertamina (Persero) ini meliputi kerja sama strategis perawatan pesawat terbang dan industrial service, pemanfaatan bersama fasilitas, termasuk untuk penyediaan fasilitas baru serta pertukaran keterampilan dan kemampuan antara dua perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama GMF Iwan Juniarto mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi adanya kerjasama yang merupakan sinergi kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki masing-masing entitas milik negara.

"Hal ini merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas GMF dan memperkuat posisi Industri Aviasi. IAS memiliki hangar yang dapat kita manfaatkan untuk menampung kapasitas perawatan pesawat yang terus meningkat," jelas Iwan, Rabu (9/1).

Di sisi lain GMF dan IAS juga bermitra untuk pengembangan kapasitas dan kapabilitas workhop Industrial Gas Turbine Engine (IGTE) milik GMF.

"IGTE ini memiliki pasar lain yang cukup menjanjikan. Maka dari itu GMF dan IAS bersinergi untuk memantapkan pengerjaan perawatan IGTE. Sebagai permulaan, kami akan garap IGTE milik induk usaha IAS," tambah Iwan.

Dalam kesempatan yang sama, Iwan juga menambahkan bahwa bermitra juga menjadi salah satu fokus GMF pada tahun 2019. Tuntutan pasar mengharuskan GMF untuk terus menambah kapasitas dan kapabilitas dalam waktu yang singkat.

Selain itu, Iwan juga menyatakan bahwa pihaknya akan membuka lebar kesempatan untuk pengembangan bisnis terutama lewat sinergi BUMN.

Sementara itu, Direktur Utama IAS, Sabar Sundarelawan mengatakan bahwa "kerjasama ini membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Masing-masing pihak memiliki keunggulan yang jika disinergikan dapat membawa keuntungan lebih besar lagi bagi masing-masing pihak. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap pelayanan jasa yang kami lakukan yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing dan performance masing-masing perusahaan," pungkasnya.(bh/na)

Share : |

 
Berita Terkait BUMN
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
KPK OTT Direktur BUMN Krakatau Steel, Jokowi Gagal Kelola BUMN yang Bersih dari Korupsi dan Suap
Marwan Cik Asan: Utang BUMN Rp5.271 Triliun
Head of Agreement GMF dan IAS Fokus dalam Perawatan Pesawat dan Industrial Service
Para Tokoh Mengkritisi Pencopotan Said Didu dari PTBA, SBY: Said Didu Telah Berikan Pelajaran Berharga
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Baleg DPR Harapkan Keseriusan Pemerintah Bahas Undang-undang
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]