Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Hasil Survey Elektabilitas Terus Turun, Jokowi Perlu Tebar Pesona
2018-02-25 04:04:27

Ilustrasi. Survei Median: Elektabilitas Jokowi Terus Melorot Hanya 35%.(Foto: @maspiyuuu)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menanggapi hal itu, pengamat politik Ujang Komarudin menilai dukungan sejumlah partai politik menunjukkan Jokowi merupakan petahana yang kuat.

Sejauh ini, selain PDIP, dukungan kepada Presiden Jokowi sudah dideklarasikan oleh Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Perindo.

"Partai-partai pendukung koalisi yakin terhadap Jokowi karena Jokowi incumbent, memiliki banyak sumber daya ekonomi dan politik. Walaupun memang rakyat di bawah sulit secara ekonomi," ujarnya kepada redaksi, Sabtu (24/2).

Menurut Ujang, meski berpotensi kembali menang dengan adanya delapan partai pendukung namun Jokowi masih perlu kerja keras karena elektabilitas yang masih rendah.

"Jokowi berpotensi menang kembali walaupun elektabilitasnya di bawah 50 persen dari capres lainnya. Namun Jokowi masih belum aman, harus terus tebar pesona meraih simpati rakyat agar elektabilitasnya naik," jelas Ujang yang juga direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR)

Terbaru, Media Survei Nasional (Median) mencatat elektabilitas Jokowi tetap tinggi namun mengalami penurunan. Dari hasil survei tergambar lampu kuning untuk Jokowi sebab elektabilitas Jokowi konsisten turun dari tiga survei yang dilakukan sebelumnya.

PDI Perjuangan (PDIP) mendeklarasikan dukungan kepada kadernya Joko Widodo (Jokowi) untuk maju kembali di Pilpres 2019.

Di bulan April 2017 elektabilitas Jokowi 36,9 persen di bulan Oktober 2017 turun menjadi 36,2 persen dan bulan Februari 2018 kembali turun lagi menjadi 35 persen.

Sementara, menurut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, kondisi Indonesia akhir-akhir ini menjadi pertimbangan responden untuk tidak memilih Jokowi dan mencari sosok alternatif. Survei mencatat ada kenaikan ketidakpuasan masyarakat atas kinerja Jokowi dalam menjalankan pemerintahan. Di bulan Oktober 2017, Median mencatat masyarakat merasa Indonesia belum menuju ke arah yang benar dan meningkat di bulan Februari 2018 dengan 32,6 persen.

Dalam survei di bulan ini, angka responden yang yakin Jokowi tak mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi meningkat menjadi 37,9 persen.

"Ini sudah lampu kuning bagi Jokowi. Kalau terus didiamkan bisa lampu merah," ucap Rico.

Masih berdasarkan survei Median, masalah ekonomi juga menjadi masalah yang paling meresahkan publik. Kesenjangan ekonomi Indonesia menjadi hal yang paling banyak dikhawatirkan responden (15,6 persen). Selanjutnya, responden juga mengaku resah dengan harga kebutuhan pokok yang tinggi (13,1 persen) dan tarif listrik yang tinggi (9,7 persen).(wah/ym/RMOL/kompas/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Jokowi
Gerindra dan Nitizen Kritik Sikap Hormat Jokowi Saat Lagu Indonesia Raya
Capaian Kinerja Pemerintahan Jokowi Apa, Perwira TNI Bisa dan Layak Sampaikan Kepada Masyarakat?
Aksi Mahasiswa Pro dan Kontra Jokowi Saling Berhadapan di Depan Istana
BEM PTAI Nyatakan Tidak Ikut Serta Aksi Demo Mahasiswa 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Aksi Mahasiswa Turunkan Jokowi Siap Berlanjut di Senayan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Belum Sentuh Aktor Intelektual, FPMP Minta KPK Turun Tangan Awasi Kasus PT Sipoa
Radikalisme Muncul Karena Tidak Memahami Hubungan Islam dan Pancasila dengan Benar
Ditlantas PMJ Kembali Membuka Gerai Layanan Perpanjangan STNK & SIM di Blok M Square
Kapolda Metro Jaya Beri Piagam Penghargaan 9 Anggota Subdit Harda Ditreskrimum
Hari Tani Nasional Ingatkan Pemerintah Agar Stop Impor
Tuntut Ekonomi dan Demokrasi, Aliansi Mahasiswa UMJ Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ditlantas PMJ Kembali Membuka Gerai Layanan Perpanjangan STNK & SIM di Blok M Square
Tuntut Ekonomi dan Demokrasi, Aliansi Mahasiswa UMJ Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi
Polri Diminta Usut Aksi Respresif Polisi di Bengkulu dan Medan
Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]