Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pendidikan
Hari Pendidikan Nasional: Enos Ajak Semua Pihak Sinergi Majukan Pendidikan OKU Timur
2020-05-02 12:44:47

OKU TIMUR, Berita HUKUM - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei, bakal calon Bupati OKU Timur H. Lanosin mengajak semua pihak untuk bersinergi meningkatkan kualitas sektor pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Menurutnya, peringatan Hardiknas bisa dijadikan momentum untuk bersama-sama melakukan evaluasi, refleksi juga memberikan solusi yang tepat atas problem pendidikan. "Menyambut Hardiknas, kami menyampaikan selamat kepada para pejuang bidang pendidikan, mari kita jadikan momentum ini sebagai evaluasi bersama untuk kemajuan pendidikan di OKU Timur," kata Enos, kepada awak media di Kecamatan Belitang, Sabtu (2/5).

Lebih lanjut, adik kandung Gubernur Sumsel Herman Deru ini juga menjelaskan, bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah atau dinas saja. Akan tetapi semua pihak harus berperan aktif dan bersinergi untuk memajukan bidang pendidikan. Menurutnya, dibutuhkan kebersamaan untuk menyatukan komitmen dan mengeluarkan energi positif demi menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas, berdaya saing dan berakhlak mulia.

Enos menguraikan, pelaksanaan pendidikan itu melibatkan banyak unsur, seperti pemerintah sebagai pembuat kebijakan di sektor pendidikan, pemilik sekolah swasta sebagai penanggung jawab pelaksanaan pendidikan, kepala sekolah dan para wakilnya sebagai pihak pengelola sekolah, wali kelas sebagai pengelola kelompok kecil murid-murid, para guru sebagai ujung tombak pencerdasan murid, murid-murid sebagai sasaran aktivitas pendidikan, orang tua sebagai mitra kerja pengelola sekolah, dan masyarakat setempat sebagai pihak pendukung proses pendidikan.

"Itu semua menyatu sebagai suatu sistem. Jadi semua unsur harus menjalankan tugasnya. Jika salah satu dari unsur itu melalaikan tugasnya, maka unsur lain akan pula mendapat pengaruh yang negatif. Secara khusus, karena pendidikan itu merupakan total sistem, satu kesatuan yang utuh. Jika satu atau lebih dari unsur yang ada iu lalai, maka akan memengaruhi secara keseluruhan proses pendidikan itu," ujarnya.

Enos menegaskan, ke depan semua problem harus diurai dengan teliti. Pemerintah daerah harus mempunyai alokasi anggaran yang memadai untuk memajukan sektor pendidikan. Menurutnya, jangan sampai dengan anggaran cukup tapi juga tidak bisa meyelesaikan problem dengan baik. Cabup OKU Timur ini berkomitmen akan mengajak semua elemen masyarakat mulai dari organisasi-organisasi penggerak pendidikan, praktisi hingga mayarakat secara luas untuk bersatu memajukan pendidikan. "Sinergi ini penting untuk mewujudkan sektor pendidikan yang maju dan menghasilkan peserta didik yang berkahlak mulia," ujarnya.

Menanggapi pernyataan Enos, pegiat pendidikan Sumsel Muhammad Alvian menyampaikan, bahwa sinergi semua pihak untuk memajukan sektor pendidikan memang urgen. Pembanguan bidang pendidikan harus menjadi prioritas bersama, tidak saja penyediaan anggaran yang harus memadai tetapi juga kontrol kualitas lulusan harus terpenuhi. "Saya sepakat dengan Pak Enos bahwa hakikat dasar tujuan pendidikan adalah membentuk anak yang berbudi luhur, jangan sampai anak lulusan sekolah justru bertindak kriminal, nakal dan binal," ungkapnya.(bh/as)


 
Berita Terkait Pendidikan
 
HNW: Peraturan Menteri Agama Penanganan Kekerasan Seksual Mestinya Adil dan Masukkan Pendekatan Agama
 
Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unair, Firli Bagikan Tips Sukses hingga Jadi Presiden
 
Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021
 
HNW Minta Kemenag Tindak Tegas Pemotong Bantuan Pesantren
 
Ratna Juwita Pertanyakan Alokasi Dana Abadi Pesantren Tak Tercantum di APBN 2022
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]