Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jokowi
Gerindra dan Nitizen Kritik Sikap Hormat Jokowi Saat Lagu Indonesia Raya
2018-09-22 20:17:23

Tampak Jokowi sikap hormat saat acara menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' di KPU, Jumat (21/9).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada kejadian yang aneh dilihat saat Joko Widodo (Jokowi), yang hormat saat lagu 'Indonesia Raya' berkumandang padahal di depannya tidak ada Bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat acara pengundian nomor urut Capres - Cawapres di gedung KPU, menjadi sorotan warganet serta Ketua DPP Gerindra Habiburokhman karena tidak sesuai dengan aturan yang mengatakan seharusnya protokoler Jokowi mengingatkan soal aturan itu.

"Sikap hormat Pak Jokowi itu sepertinya berbeda dengan apa yang diatur Pasal 62 UU Nomor 24 Tahun 2009," kata Habiburokhman, Sabtu (22/9).

Habiburokhman mengatakan memang tidak ada sanksi atas sikap hormat yang tak sesuai UU itu. Namun, menurutnya, perlu disadari bahwa acara itu disaksikan oleh rakyat banyak.

"Seharusnya ada protokoler yang memberitahu Pak Jokowi hal-hal penting terkait agenda hariannya. Jangan sampai Presiden kita dibully karena melakukan kesalahan-kesalahan teknis. Bisa bahaya kalau tidak ada yang ingatkan beliau. Saya juga tak ingin kasus 'i dont read what i sign' terulang," ujarnya.

Sikap hormat Jokowi saat lagu 'Indonesia Raya' berkumandang itu terjadi dalam acara pengundian nomor urut capres-cawapres di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/9). Sedangkan capres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Ma'ruf Amin hanya berdiri tegak.

Aturan terkait sikap ketika lagu kebangsaan berkumandang ada dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

Pada Pasal 62 dijelaskan, saat lagu 'Indonesia Raya' berkumandang, setiap orang wajib berdiri tegak dan bersikap hormat. Berikut isi pasal itu.

"Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat."

Arti dari 'berdiri tegak dengan sikap hormat' yang dimaksud pada Pasal 62 juga dijelaskan dengan rinci. Berikut penjelasannya.

"Yang dimaksud dengan "berdiri tegak dengan sikap hormat" pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan adalah berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan."

Sementara, pantauan pada media sosial para netizen ramai membicarakan terkait ketidak laziman yang dilakukan Jokowi tersebut, seperti saat Live acara youtube akun CNN Indonesia Jumat (21/9) malam, para netizen sudah memberikan berbagai komentarnya seperti:

Ikal Laz, "ituu ngapain hormat wkwkwk"
Paisal M, "yang lain nyanyo jokowow mah hormat wkwka a"
andi baso, "jokowi hormat kemana??
dhany armando, "bikin malu jokowiii"
Aldi, "presiden kok gak nyanyi"
Star Trek, "wkwkwk hormatin mega"
Sidharta Supriyanto Pakusadewo, "cuman jokowi ayng hormat"
Jessica Meilandra, "ITU JOKOWI HORMAT NGAPAIN ? HORMAT SAMA MEGAWATI ?"
Sofear Go, "kok hormat sendiri?? kan gak ada benderanya pak"
Bim_Bim, "hormat ke siapa ko Jokowi pea ya"
Ahmad Craft, "HORMAT MBEK SOPO PAK OWI KUWII, KWKWKWKWK"
Richiqo Fajar, "hormat nya ke bendera pak.. Jgn ke depan"
mpye, "udh kadung hormat masa mo d turunin."
agung pranata, "jokowi hormat tapi gak nyanyi.. hahaha"
Baju Celana, "payah jokowi gagal paham ah".(dbs/detik/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Jokowi
Kwik Sindir Anak Jokowi: Pura-pura Jual Martabak Tapi Pegang Proyek Besar
Pemerintah Jokowi Diimbau Tak Beri Harapan Kosong
Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu karena Sebut Prabowo Teken Pencalegkan Ex Koruptor
Harimau Jokowi Layangkan Gugatan Perdata kepada Prabowo terkait Selang Cuci Darah RSCM
Natalius Pigai: Kompetensi Pengetahuan Jokowi Belum Sampai untuk Seorang Kepala Negara
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Diterpa kegaduhan, Ketua PD Desak KLB: Demi Harkat dan Martabat SBY!
Pertarungan 'Moral' Di Mahkamah Konstitusi
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]