Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
KPK
Gedung Lama KPK Resmi Jadi Pusat Edukasi Antikorupsi
2018-11-27 14:11:12

Ilustrasi. Gedung lama KPK yang kini menjadi Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK.(Foto: BH /din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meresmikan Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC) di gedung KPK C1, Jakarta, Senin (26/11).

Peresmian gedung ACLC ini dihadiri oleh beberapa Duta Besar beberapa negara:a Jerman, Myanmar, dan Mesir. Selain itu hadir pula perwakilan dari Mahkamah Agung (MA), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Pendidikan Polri, PPATK, serta Kementerian Dalama Negeri.

Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan bahwa KPK terus memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, KPK membangun ACLC untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) atau masyarakat umum.

Gedung KPK yang terletak di Jalan HR Rasuna Said Kavling C1 ini merupakan hasil warisan dari krisis moneter ditahun 1988 - 1989. Gedung ini dulunya adalah kantor Bank Pangan Sejahtera yang diberikan pada KPK.

"Kami melihat banyak perjuangan yang terjadi di gedung ini. Perjuangan pasang surut KPK banyak terjadi di gedung ini," ujar Agus.

Gedung ACLC kini terlihat ramah dan menyenangkan. KPK ingin memperlihatkan sisi lainnya terutama dalam upaya pencegahan korupsi. Dalam membangun gedung ini, KPK juga melibatkan banyak pihak mulai dari aparat penegak hukum, Mahkamah Agung, BPK, OJK dan PPATK. Pembentukan ACLC ini juga merupakan hasil kerjasama dengan lembaga donor asal Jerman, Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Sejak 2016, ACLC telah mendorong pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hingga 2017, telah menghasilkan 256 Penyuluh Antikorupsi (PAK serta 47 Ahli Pembangun Integritas (API).

Selain itu, merespons permintaan lembaga-lembaga antikorupsi di beberapa negara, ACLC juga membuat program kelas internasional. Pada 26 -30 November 2018, kelas internasional akan diikuti para pejabat dan professional dari 5 lembaga antikorupsi dunia: Independent Joint Anti-Corruption Monitoring and Evaluation Committee (MEC) Afganistan, Bureau Independent Anti-Corruption (BIANCO) Madagaskar, Anti-Corruption Commission (ACC) banglades, Administrative Control Authority (ACA) Mesir, dan Anti-Corruption Commission of the Republic of the Union of Myanmar (ACCM).

Hari pertama kelas internasional, KPK berbagi pengalaman mengenai tantangan dan kinerja KPK selama hampir 15 tahun. Dari diskusi itu, KPK juga mengambil pelajaran dari lembaga antikorupsi lain yang dijalankan oleh masing-masing peserta.

"Harapannya, Pusat Edukasi Antikorupsi ini dapat menjadi rujukan di kawasan regional dalam meningkatkan integritas masyarakat," ujar Agus.(Humas/KPK/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait KPK
Gerakan Mahasiswa - Pemuda untuk Keadilan Desak Pimpinan KPK agar Copot Novel Baswedan
Bambang Widjojanto Anggap 5 Poin Petisi Pegawai KPK Itu Mengerikan
KPK Raih Penghargaan Lembaga Terpopuler di Media
KPK: Dokumen Stranas Resmi ke Istana
Kelola Dana Rp370 Triliun, KPK - BPJS Ketenagakerjaan Tanda Tangani Nota Kesepahaman
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi
Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
Komisi III Tolak Keempat Calon Hakim Agung
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]