Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pendidikan
Eduart Wolok: 'Saya Tidak Rela UNG Diobok-Obok, Saya Tidak akan Tinggal Diam'
2019-12-26 20:08:27

Rektor Universitas Negeri Gorontalo Dr. Eduart Wolok, ST, MT Saat Menutup Musker.(Foto: BH /ra)
GORONTALO, Berita HUKUM - Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Eduart Wolok, ST. MT akhirnya angkat bicara mengenai kisruh yang terjadi di internal Kampus Merah Maroon tersebut, Eduart Wolok menyampaikan kekesalannya ini pada saat penutupan Musyawarah Kerja yang berlangsung di Ballroom, Hotel Damhill Senin kemarin (23/12).

Menurut Eduart, semalam dirinya sempat berkomunikasi dengan pihak Kementrian dan membahas tentang masih adanya gugatan PTUN terkait SK Rektor, dan Alhamdulillah semua gugatan terkait SK Menteri itu tidak ada yang benar, tetapi pointnya bukan itu, pointnya itu adalah nama baik UNG, bukan pribadi, yang digugat itu Kementrian, bukan Eduart Wolok, tapi yang digugat adalah SK pengangkatan Rektor, dan yang lucunya, yang menggugat itu adalah orang yang ikut mengesahkan terhadap proses pemilihan yang ada, dia yang tanda tangan tapi dia juga yang menggugat.

"Kemarin ketika saya mengecek surat usulan penambahan anggaran sisa Loan IDB sebesar 85 milyar untuk penyempurnaan kampus baru, surat itu sudah ada di meja Sekjen, dan hari ini saya cemas, karena saking takutnya apabila esok dihubungi Sekjen dan mengatakan bahwa surat itu di pending dulu, karena Gorontalo lagi bermasalah, padahal UNG tidak bermasalah dan itu dampaknya sangat luar biasa sekali," ketus Eduart.

Kemarin juga Eduart sempat mengumpul semua Kepala Biro dan Wakil Rektor 2 dan mengatakan kepada mereka untuk menyiapkan semua, seolah-olah masalah ini serius, dia tidak mau masalah ini berkepanjangan, karena dia tidak rela UNG diobok-obok, jika Cuma seorang Eduart Wolok pribadi tidak masalah, dan pada akhirnya ketika UNG mulai mendapat respon positif, bukan saja dari Kemendikbud tapi juga dari beberapa Kementerian yang lain, lantas hal ini mau mengganggu, bisa di bayangkan bagaimana dampak terhadap 20 ribu mahasiswa dan bagaimana dampak terhadap 1.000 pegawai serta bagaimana dampak terhadap 400 tenaga honor yang ada di UNG, otomatis jadi tertunda dan terganggu hanya karena ambisi yang tidak bertanggung jawab. "Itu yang saya sayangkan ibu bapak, kalau memang mau mengganggu UNG, tidak perlu berbasa-basi didepan saya dan saya tidak mau masalah ini mengganggu kesolidan, kebersamaan dan semangat kita untuk membawa UNG menjadi lebih baik," tegas Eduart.

"Kalau ingin menantang Eduart Wolok, tunggulah 2023, ayo kita bertarung lagi, saya di fitnah dan di zolimi macam-macam semenjak saya mundur dari WR 2 tapi tidak ada saya bereaksi, tidak ada saya balas, dan saya bersyukur waktu itu, karena kata Ustad Haris Panai itu sama saja menggugurkan dosa-dosa saya, makanya saya juga sering rindu di jelek-jelekkan," katanya lagi.

"Sebelum saya dilantik, pihak Kemetrian bilang ke saya, tolong dijaga itu Kampus UNG, jangan sampai seperti UNIMA yang konfliknya tidak habis-habis, seperti UNHAUL yang konfliknya berkepanjangan, dan itu berdampak , kalau kita minta anggaran, itu kaitannya dengan kepercayaan, bagaimana bisa anggaran itu diberikan kepada institusi yang bermasalah, jadi itu yang saya minta kepada bapak ibu, kita tidak perlu resah, tapi mari kita tunjukkan kinerja dengan baik, kita berjuang dengan baik dan kita jaga soliditas kita, dan yang bikin saya marah itu, kenapa harus orang kita yang merusak UNG, semua permintaan saya ikuti, ganti panitia silahkan, senat bolak balik berganti silahkan, ganti anggota senat silahkan, minta calon A B C D saya ikuti, tidak ada saya protes, kenapa itu saya lakukan tanpa saya protes, agar supaya kalau ini sudah selesai mari kita terima dengan lapang dada, jangan setelah ini semua selesai tapi masih ada saja yang mengganggu," tambahnya.

Menurut Eduart, hasil diskusi dirinya dengan WR 2 dan Kepala Biro beserta Tim Hukum cukup jelas, dia tidak suka UNG diobok-obok berkepanjangan, seandainya setelah ini ada warga UNG yang harus bermasalah karena tindakannya sendiri, jangan katakan karena Rektor tidak membela, tapi dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, karena Rektor tidak ingin hal ini menjadi hal yang biasa, merongrong Pimpinan dan Lembaga dan seolah-olah menjadi hebat, ini tidak diperbolehkan.

"Kalau kita di dalam saja tidak menghargai institusi kita, bagaimana kita berharap orang lain menghargai institusi kita, betapa saya berusaha untuk meraih kepercayaan pihak luar kepada UNG, jadi saya tidak rela kalau ada orang di dalam yang karena ketidakikhlasannya lantas ingin merusak situasi ini, saya tidak akan tinggal diam, dan saya bertindak bukan atas nama saya pribadi, tapi karena saya sebagai Rektor dan saya sebagai Pimpinan di UNG dan saya akan jaga institusi UNG ini untuk tidak di rusak, apalagi oleh orang dalam," tutup Rektor UNG ini.(bh/ra)


 
Berita Terkait Pendidikan
 
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi
 
Soal Wacana Mendikbud Permanenkan Pendidikan Jarak Jauh, Komisi X DPR RI: Perlu Banyak Pertimbangan
 
Lembaga Pendidikan Swasta Tutup, IPM Anjlok
 
Komisi X Desak Kemendikbud Selesaikan Peta Pendidikan 2020-2035
 
Pemprov DKI Jakarta Lakukan Kesalahan Dalam PPDB
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus Djoko Tjandra, Benny Harman: Sebaiknya Menko Polhukam Tidak Main Ci Luk Ba, Bosan Kita!
Pemerintah Tetap Jalankan Tapera, Legislator Beri Masukan
Fadli Zon: Hati-Hati Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar
Lapor JAGA Bansos, Data Pelapor Dijamin Aman
KPK Monitor Implementasi Bansos Covid-19 di DKI Jakarta dan Kemendes PDTT
Pemerintah dan DPR Perlu Duduk Bersama Batalkan RUU HIP
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi
Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra
Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]