Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

    
 
Pembunuhan
Di Cengkareng, Wanita Muda Bunuh Anak yang Baru Dilahirkan
2016-12-15 15:30:27

Ilustrasi. Bayi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Seorang wanita muda berinisial LA (20), tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya di Lantai 3 Rukan Hawaian City Resort Residence Blok B, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Eka Baasith menyampaikan peristiwa itu dilaporkan ke polisi sekitar pukul 18.50 WIB, Rabu (14/12) malam.

"Terjadi kasus dugaan pembunuhan terhadap bayi, dilaporkan sekitar pukul 18.50 WIB, semalam," ujar Eka, Kamis (15/12).

Korban seorang bayi laki-laki berumur 1 hari atau baru dilahirkan. Pelakunya diduga ibu kandung korban berinisial LA. Saat ini, LA belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam penanganan medis.

Kronologi kejadian berawal ketika saksi atas nama Rias Melati menemukan pelaku di kamar mes-nya dalam kondisi berlumuran darah, setelah melahirkan. Karena kalap wanita muda ini, berkali-kali menikam bayi merah yang baru dilahirkannya.

"Saksi bersama sekuriti juga menemukan sesosok bayi di balik pintu balkon, terbungkus kain dalam kondisi meninggal dunia dengan luka di bagian badan korban. Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Budha Tsu Chi Cengkareng, Jakarta Barat," katanya.

Petugas keamanan rumah sakit melapor ke Polsek Cengkareng. Kanit Reskrim AKP Poltar langsung memeriksa lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Sedang Kapolsek Eka Baasith kemudian meminta petugas membawa LA ke RS Polri Kramatjati.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku melahirkan di kamar mes tempat ia bekerja. Karena belum menikah, pelaku merasa malu melahirkan anak.

"Pelaku kemudian menusuk korban dengan pisau pada bagian dada dan perut hingga korban meninggal di TKP. Kemudian, korban dibungkus dan disembunyikan oleh pelaku," ungkapnya.

Polisi menyita barang bukti satu pisau dan kain bernoda darah.(bh/as)


 
Berita Terkait Pembunuhan
 
Update kasus kematian dosen Untag Semarang, AKBP Basuki jadi tersangka
 
Reka Ulang Kasus Anak Majikan Bengkel Pukul Korban dengan Palu hingga Tewas, Ada 18 Adegan
 
Polda Metro Tangkap 2 ART Pelaku Tindak Pidana 340, 338 dan 368 KUHP
 
Fakta Baru Penyelidikan Kasus Kematian Satu Keluarga di Bekasi, Dugaan Kuat 3 Korban Diracun Bukan Keracunan
 
Perkara Pembunuhan Brigadir J, Terdakwa Ferdy Sambo Dituntut Pidana Penjara Seumur Hidup
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]