Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Tambang
Demo PMHI Tuntut Tersangka Kasus Gali Tambang di TPU Kebun Agung Dituntut Berat
2018-07-04 19:39:24

Tampak aksi demo PMHI di depan Kejaksaan Negeri Samarinda pada, Rabu (4/7).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PMHI) Cabang Samarinda pada, Rabu (4/7) siang menggelar aksi demo di Kejaksaan Negeri Jl. M. Yamin Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dengan membawa spanduk besar yang bertuliskan seruan aksi serbu kantor Pengadilan Negeri Samarinda, untuk mengawal sidang kasus tambang ilegal di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Agung.

Untuk diketahui bahwa, galian tambang di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Agung dituding secara ilegal yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Kepolisian Samarinda yang diketahui bernama Punaryo, yang saat ini duduk sebagai tersangka dalam sidang di Pengadilan Negeri Samarinda.

Dalam aksi mereka para Mahasiswa juga didampingi warga Kebon Agung, mereka menilai bahwa sidang yang selama ini dilaksanakan di Pengadilan seakan-akan sengaja dipermainkan atau diperlambat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga mereka meminta agar JPU yang menangani kasus ini agar menuntut terdakwa sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dengan tuntutan yang sangat berat.

Untuk tuntutan dari aksi mahasiswa ada 4 pon :

1. Proses dan adili pelaku tambang ilegal di Kaltim secara transparan.

2. Hukum seberat-beratnya pelaku tambang ilegal di pemakaman muslimin Kebun Agung Samarinda Utara.

3. Usut tuntas SKU penegak hukum yang memiliki tambang ilegal di Kalimantan Timur

4. Tolak pemimpin yang pro tambang ilegal di Kalimantan Timur

Aksi mahasiswa yang rencananya akan digelar pada pukul 10.00 Wit pagi, namun ditunda hingga pukul 14.00 siang.

Sebelum melakukan aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, terlebih dahulu aksi dilakukan di halaman kantor Pengadilan Negeri Samarinda juga dengan tuntutan yang sama, namun hanya berjalan 10 menit dan beralih ke Kejaksaan Negeri Samarinda yang jaraknya kurang dari 100 meter.

Sebelum diterima oleh pihak Kejaksaan yang diwakili oleh Kasi Pidum Kejari Samarinda Zainal. Atas nama warga, seorang warga yang diketahui bernama Kasdi, menyampaikan bawah, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh tersangka agar dapat dilakukan hukuman yang seberat-beratnya.

Sementara, Abdul Rahim, selaku perwakilan mahasiswa kepada Zainal selaku Kasi Pidum Kejari Samarinda, yang dengan cara memaksa Kasi Pidum agar dapat memanggil Jaksa yang menangani kasus tambang ilegal tersangka Punaryo untuk didengar keterangannya, namun di tolak oleh Kasi Pidum dengan alasan Jaksa yang bersangkutan dalam persidangan dengan kasus lain.

"Kami minta tuntutan besok harus maksimal kalau tidak kita akan melakukan demo," ujar Abdul Rahim.

Kepada puluhan Mahasiswa dan warga yang melakukan aksi demo, Zainal selaku Kasi Pidum Kejari Samarinda mengatakan bahwa, "saya sebagai Kasi Pidum sebagai pengendali kasus pidana umum yang ada di Samarinda, terlepas dari jaksa yang menangani kasus tersebut, kami akan laksanakan sesuai aturan," pungkas Zainal.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Tambang
Masalah 'Illegal Mining' Tidak Tersentuh Aparat Penegak Hukum
Tambang Ilegal di Lombok Berdampak Serius dan Harus Segera Ditutup
Pengacara Lutfi Setiawan: Pernyataan Lukas Soal Kasus Tambang Pasir Besi, Putarbalikkan Fakta
Kasus Tambang Pasir Bunton, Pernyataan Lukas Kuasa Direksi PT ABM Memutar Balik Fakta
Terdakwa Kasus Gali Tambang di Kuburan Umum Dituntut 2 Tahun Penjara, PERMAHI Kecewa
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sindiran Gatot Nurmantyo Dianggap PKS untuk Ingatkan Publik Soal Sejarah G30S/PKI
Membangun Zona Integritas Polri Sesuai Amanat Undang - undang
DPD RI Undang Calon DOB Se Indonesia Kumpul di Jakarta, Berlanjut Aksi Besar di Jakarta
Rizal Ramli: Impor Beras Dikelola Kartel
Diduga Ada Kerugian Negara, KPK Dalami Kasus Tuan Guru Bajang (TGB)
Ketua DPR Minta Dirjen PAS Tanggung Jawab Kericuhan Lapas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Rizal Ramli: Impor Beras Dikelola Kartel
KPU Loloskan dan Tetapkan Dua Pasangan Capres-Cawapres Indonesia Peserta Pilpres 2019
Rapimnas KBPP Polri, Bima Arya: Tugas Besar Kita Jaga Stabilitas Politik Jelang Pemilu 2019
Konsolidasi Ormas Pendukung Garda Rakyat Suka Prabowo (RSP) di UBK
Demo HMI dan KAHMI Bentrok di Bengkulu, Puluhan Mahasiswa Diamankan
Mengedepankan WBK dan WBBM, Ditjen AHU Kemenkumham Siap Laksanakan OSS
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]