Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Debat Publik Memanas, Foke dan Jokowi Saling Jual - Beli Sindiran
Monday 17 Sep 2012 13:28:15

Usai Menjalani Debat Publik, Foke dan Jokowi Langsung Berpelukan dengan Penuh Senyuman (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Perang urat syaraf dua kandidat calon gubernur DKI Jakarta kembali terjadi pada debat publik kedua. Fauzi Bowo dan Joko Widodo beradu sindiran saat mengikuti debat publik di Metro TV, Minggu malam (16/9).

Jual - beli sindiran itu berlangsung hingga debat publik diakhiri pernyataan penutup dari dua kandidat. Kendati dipersilahkan untuk memaparkan sisi positif kompetitor, keduanya justru kembali melempar sindiran.

Sindiran bermula saat Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendapat kesempatan pertama untuk mengungkap sisi positif, Joko Widodo. Foke, sapaan Fauzi Bowo menyebut, banyak belajar pencitraan dari Joko Widodo. Harapan Foke, pencitraan yang dilakoni Wali Kota Solo itu akan membawa berkah untuk Jakarta.

"Paling tidak, menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan. Buat saya itu positif", kata Foke. Foke melanjutkan, "Saya akan belajar pencitraan yang semakin baik."

Jokowi tak mau kalah atas aksi Foke. Ia pun mengaku banyak belajar dari lawannya di pemilihan gubernur DKI Jakarta. Bagi Jokowi, pria berkumis ini punya pengalaman malang melintang di birokrasi Jakarta. Satu persatu pengalaman Foke disebut Jokowi dari mulai Sekda, Wakil Gubernur hingga jabatan Gubernur.

"Dengan pengalaman itu mestinya beliau bisa langsung action, memutuskan. Tidak hanya rencana dan melaksanakan saja. tapi Paling tidak beliau sudah punya rencana meski belum dikerjakan", sindir Jokowi.

Saling sentil dua kandidat Pemilukada DKI terus terjadi sepanjang mengikuti debat publik. Jokowi menilai, Foke hanya beretorika saat memimpin Jakarta. Pembangunan massa rapid transportation (MRT), proyek monorail, dan busway menjadi bukti yang dibeberkan Jokowi.
"Di dalam RPJM harus diselesakan 15 koridor. Sekarang baru 11 koridor. Jadi yang beretorika itu saya atau Pak Fauzi?", sindir Jokowi melemparkan pernyataan kepada Foke.

Mendengar pernyataan Jokowi, membuat Foke tidak tinggal diam. Menurut Foke, proyek monorail sudah dilakukan dan begitu juga busway sejak 2004.

Terkait baru selesai hanya 11 koridor yang diselesaikan di era Gubernur Sutiyoso, Foke menampiknya. "Yang empat koridor tidak bisa dengan cara yang sama", elak Foke.
Foke pun pada satu kesempatan menjelaskan, pengembangan koridor dan standar pelayanan minimum busway berjalan lambat agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jakarta. Salah satu yang selalu dijaga pada standar pelayanan minimum busway adalah headway yang singkat dari satu armada ke armada yang lain. "Yang buat ini pak Sutiyoso dan saya, bukan ente", ujar Foke.

Ia lalu mengemukakan, pemasangan monitoring device untuk meningkatkan standar pelayanan minimum busway. Ia juga mengaku, mengatur jalur busway agar dalam satu jalur juga dapat berintegrasi dengan koridor lain.

Sindiran Jokowi perihal transportasi di Jakarta itu mencuat usai Foke mempertanyakan perasaan Jokowi sebagai orang Jawa, yang saat ini menjabat Wali Kota Solo untuk rakyat, tapi kemudian mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta.

Pertanyaan Foke pun ditanggapi serius oleh Jokowi. Ia menilai, dirinya mengikuti Pemilukada DKI Jakarta karena diperbolehkan Undang - Undang. "Kalau undang - undang tidak memperbolehkan, ya saya tidak akan mencalonkan ke sini", ujar Jokowi.

Jokowi lalu mencontohan perihal gubernur yang belum kelar masa jabatannya, namun kemudian meninggalkan jabatan lantaran diminta oleh presiden sebagai menteri. Begitu juga dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jakarta karena selain diperbolehkan undang - undang diminta partainya PDI Perjuangan.

"Masa saya harus di Solo terus, ya harus meningkat lah", kata Jokowi.(tbn/bhc/opn)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]