Sekjen Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Tri Sasono, menyebutkan," /> BeritaHUKUM.com - Buruh Tuntut KPK Usut Menteri Rapor Merah

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Buruh
Buruh Tuntut KPK Usut Menteri Rapor Merah
Friday 08 May 2015 01:11:55

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada peringatan May Day pada 1 Mei 2015, puluhan ribu buruh menuntut keadilan dan pemerintahan yang bersih. Mereka mengarak belasan spanduk panjang bertuliskan "Tuntut dan Dukung KPK Tangkap Rapor Merah".

Sekjen Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Tri Sasono, menyebutkan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut menteri di Kabinet Kerja yang memiliki rapor merah.

"Memang ada suara hati dari teman-teman pekerja menuntut keadilan, khususnya yang berhubungan dengan ketenagakerjaan," kata dia saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (7/5).

Menurut Tri, wajar buruh menuntut keadilan. Pasalnya, mereka yang bekerja keras di bawah dan menanggung beban ekonomi yang terus meningkat. Terlebih, jika pejabat pemerintah yang korup dan menumpuk kekayaan itu berhubungan dengan ketenagakerjaan.

"Agar jangan yang benar mau disalahkan, sementara pejabat yang berwatak jahat dan korup menumpuk kekayaan melimpah malah dilindungi, tidak diproses-proses. Ini tidaklah adil," ungkapnya.

Seperti diketahui, mantan Dirjen di lingkungan Kemenakertrans, Jamuludin Malik telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun, otak utama penerima setoran proyek-proyek di Kemenakertrans hingga kini belum dijadikan tersangka oleh KPK.

FSP BUMN Bersatu menduga ada kaitan antara hasil penelitian KPK terkait nama-nama calon menteri rapor merah di lingkungan Kemenakertrans dan kementerian lainnya.

"KPK itu harapan kaum pekerja tegakkan keadilan, bila KPK dikriminalisasi kami di barisan terdepan membela KPK. Jadi wajar kalau serikat pekerja menuntut KPK menuntaskan rapor merah," pungkasnya.(Ari/okezone/bh/sya)


 
Berita Terkait Buruh
 
• Menaker Batalkan Aturan Pencairan JHT di Usia 56 Tahun
 
• Puluhan Ribu Orang Siap Demo Kibarkan Bendera Putih pada 5 Agustus 2021
 
• ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin
 
• Gerindra dan Buruh Sama-Sama Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat
 
• Pengusaha Asing Kabur dan Ribuan Pekerja Tidak Dibayar Upahnya, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]