Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pendidikan
Bantu Masyarakat Kurang Mampu, Partai Emas Hadirkan Sekolah Online
2020-08-07 23:52:24

Ketum Partai Emas, Hasnaeni (paling kanan).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai politik besutan Hasnaeni, Partai Emas, berencana menghadirkan program yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Melalui partainya, 'Wanita Emas' sapaan populer Hasnaeni, akan mendirikan sekolah online melalui program Emas Pintar.

"Kita akan memasukkan satu program Partai Emas yaitu sekolah online. Kita akan membuat sekolah online untuk seluruh Indonesia, dengan biaya cukup murah," kata Hasnaeni, Jumat (7/8).

Hasnaeni membuat program ini, lantaran miris dengan kondisi masyarakat Indonesia yang masih ada terbelakang di bidang pendidikan. Padahal, pada 17 Agustus 2020 mendatang, Indonesia genap merdeka 75 tahun. Di sisi lain, kata dia banyak pula masyarakat yang kesulitan mengenyam pendidikan akibat kurang beruntung dari segi ekonomi.

"Saya miris dengan kondisi Indonesia yang sudah merdeka 75 tahun tapi masih ada orang yang tidak bisa membaca. Itu yang menggerakkan hati saya untuk menarik masyarakat belajar online," ujarnya.

Seperti sekolah pada umumnya, sekolah daring buatan Partai Emas juga menghasilkan ijazah bagi siswa yang telah lulus. Ijazah yang dikeluarkan diakui oleh lembaga terkait dari Kementerian Pendidikan. Sekolah ini, nantinya diperuntukkan bagi siswa tingkat playgroup atau TK, hingga level SMA."Bagi masyarakat yang berminat mengenyam pendidikan sekolah ini, cukup membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10 ribu. "Untuk SPP-nya Rp. 100 ribu per bulan," ucapnya.

Hasnaeni memastikan kualitas pembelajaran yang diberikan sekolah online-nya. Karena meski berbiaya murah, para siswa nantinya akan diajarkan berbahasa asing. "Yang kedua, kita akan memperkenalkan bahasa asing yakni bahasa Inggris," kata dia.

Kemampuan bahasa internasional ini dinilai penting, guna meningkatkan kapasitas lulusan sekolah, sehingga mereka memiliki standar global. Dengan kemampuan lulusan yang baik, kata Hasnaeni alumni sekolah program Emas Pintar diharapkan bisa lebih mudah diserap perusahaan pencari tenaga kerja.

Sehingga ujungnya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Rencananya, sekolah melalui platform bernama Emas ini akan diluncurkan mulai bulan depan. "Ketika kita belajar hingga menjadi pintar, tentunya bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di republik ini," tandas perempuan yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta itu.(bh/mos)


 
Berita Terkait Pendidikan
 
Pemprov DKI Jakarta Tetap Berlakukan Belajar dari Rumah untuk Seluruh Sekolah Semester Genap 2020/2021
 
Kampus Muhammadiyah Borong Penghargaan di Olimpiade Sains Mahasiswa
 
Dede Yusuf: Pembelajaran Jarak Jauh Belum Efektif
 
Satu Tahun Jadi Mendkbud, Nadiem Makarim Dapat Rapor Merah dari Serikat Guru
 
UNISBA: Polisi Tidak Patut Lakukan Penembakan Gas Air Mata di Wilayah Kampus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemerintah Indonesia Diminta Tetapkan Organisasi Papua Merdeka, OPM sebagai Teroris
Susanti Agustina: Pengacara Keluarga Korban Pesawat Jatuh
Raffi Ahmad akan Jalani Sidang Perdana 27 Januari 2021 di PN Depok
Joe Biden Umumkan Paket Stimulus Ekonomi AS termasuk Tunjangan Rp20 Juta Per Warga
Azis Syamsuddin Imbau Jadikan Pemberhentian Ketua KPU Sebagai Evaluasi
DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel
Untitled Document

  Berita Utama >
   
DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel
Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU
Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan
SBY Minta Pemerintah Kendalikan Defisit APBN, Jangan Berlindung di Balik UU
Diviralkan dr Tirta dan Dilaporkan PT BF, 3 Pemalsu Hasil Swab PCR Covid-19 Ini Akhirnya Dibekuk Polisi
Polri: Densus 88 Tembak Mati 2 Terduga Teroris di Makassar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]