Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Ahmad Tanjung: Jokowi Harus Bisa Melihat Geopolitik dan Geostrategis
Wednesday 30 Dec 2015 14:49:09

Konferensi Pers 'Refleksi Kepeloporan Pemuda dalam Mewujudkan Nawacita Menghadapi Era Globalisasi, di Resto Handayani, Jakarta Pusat, Selasa (29/12).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Forum Pengembangan Pewarta Profesional Indonesia (FP3I) yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora) menggelar acara seminar nasional terkait 'Refleksi Kepeloporan Pemuda dalam Mewujudkan Nawacita Menghadapi Era Globalisasi'.

Lagi-lagi, seminar yang digagas oleh para pewarta media atau pers sebagai pilar ke-4 demokrasi Indonesia ini, menyampaikan pendapatnya, yang banyak menuai kritikan akan berbagai kebijakan pemerintahan yang berkuasa di republik Indonesia kini yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), yang kurang berkenan hampir disegala lini di mata publik. Pasalnya refleksi kinerja Jokowi-JK selama 2015 selalu menjadi pembicaraan dan diskusi hangat, bagi banyak publik dengan polemik yang diakibatkan serangkaian kebijakan di era pemerintahannya yang satu tahun.

Hal itulah yang ditekankan pula oleh salah satu Dewan Penasehat FP3I, Drs. Ahmad Tanjung dengan mengatakan, bahwa persoalan seperti Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang saat ini tidak lagi digunakan sebagai dasar prinsipil negara, yang merupakan salah satu titik krisis dari kebijakan di era Jokowi-JK.

Menurutnya, jatuhnya ekonomi dengan pertumbuhan di angka 4,5 hingga 5 persen tahun ini dengan tolak ukur turunnya daya beli masyarakat, dan bertambahnya jumlah orang miskin menjadikan kabinet kerja Jokowi dianggap gagal. "Dengan situasi yang seperti ini, maka kabinet kerja jokowi-JK, gagal," tegas Ahmad Tanjung.

Namun Ahmad Tanjung juga berharap, agar Presiden Jokowi dapat merubah kebijakannya dimulai dari tahun 2016 nanti.

"Jokowi harus bisa melihat Geopolitik dan Geostrategis untuk dapat menegakkan kedaulatan RI," jelasnya.

Dipersoalan pers, Ahmad berharap agar pers yang merupakan pilar demokrasi ke empat dapat berperan lebih baik lagi untuk kedepannya, sebab kedudukan pers sangat penting dalam demokrasi Indonesia.

Untuk diketahui pula, dari data BPS jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2015 sebanyak 28,59 juta orang atau 11,22 % dari jumlah penduduk.

Jumlah penduduk miskin tersebut bertambah sebanyak 860 ribu dibandingkan pada September 2014 di mana penduduk miskin berjumlah 27,73 juta jiwa atau 10,96% dari jumlah penduduk.(bh/bar)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]