Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Buruh
1.049 Buruh TKBM Komura Terancam Menganggur, Demo Tuntut PT PTB Mundur
2016-03-14 21:24:11

Tampak saat aksi demo para buruh yang tergabung dalam Tenaga kerja Bongkar Muat (TKBM) Komura Samarinda Kaltim menuntut PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PT PTB) Mundur.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Sekurangnya ada 300 buruh pelabuhan yang mewakili setidaknya 1.049 buruh yang tergabung dalam Tenaga kerja Bongkar Muat (TKBM) Komura Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) terancam tidak mempunyai pekerjaan lagi, akibat rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 130 dan 135 Tahun 2013 dengan mengurangi 6 wilayah kerja menjadi 3 wilayah kerja, sehingga mereka para buruh melakukan aksi demo kepada perwakilan perusahaan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PT PTB) yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Samarinda, Senin (14/3).

Aksi demo dari ratusan buruh pelabuhan terhadap PT. Pelabuhan Tiga Bersaudara, karena mereka menilai dengan hadirnya perusahaan tersebut dengan sendirinya mengurangi pekerjaan mereka, bahkan pekerjaan mereka menjadi buruh pelabuhan yang sejak puluhan tahun akan hilang, dan menuntut agar pemerintah bisa mencabut Peraturan Menteri Perhubungan no PM 130 dan 135 Tahun 2015, demikian teriakan dari para buruh dalam orasi mereka.

Aksi demo buruh yang dimulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita tersebut akhirnya bubar setelah perwakilan buruh pelabuhan melakukan pertemuan denga manajemen PT. Pelabuhan Tiga Bersaudara dan disepakati akan melakukan pertemuan kembali pada Selasa (15/3) di kantor Komura dengan menghadirkan Dirut pusat PT. PTB.

Pihak manajemen PT Pelabuhan Tiga Bersaudara yang hendak di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com usai aksi demo buruh tidak bisa berkomentar dan hanya mengatakan, "maaf kami belum bisa memberikan kepada wartawan," ujar salah seorang manajemen PT. PTB dengan singkat.

Sementara, ditempat terpisah Ketua Komura Samarinda, Jafar Abdul Gafar mengatakan bahwa dalam aturan sebelumnya, TKBM Komura bertugas di semua kawasan meliputi perairan Sungai Mahakam, Mahulu, Muara Berau, Muara Jawa, Dondang, dan Senipah. Namun, apabila Permenhub ini diberlakukan, area kerja Komura berkurang.

"Didalam peraturan itu masih belum jelas tentang perubahan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) dan Daerah Lingkungan Kerja (DLKR) yang selama ini menjadi satu, tetapi dengan adanya peraturan itu berarti ada pembagian wilayah yang menyebabkan kekhawatiran anggota TKBM Komura," ungkap Jafar.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Buruh
 
• Menaker Batalkan Aturan Pencairan JHT di Usia 56 Tahun
 
• Puluhan Ribu Orang Siap Demo Kibarkan Bendera Putih pada 5 Agustus 2021
 
• ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin
 
• Gerindra dan Buruh Sama-Sama Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat
 
• Pengusaha Asing Kabur dan Ribuan Pekerja Tidak Dibayar Upahnya, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]