| Amandemen UUD 45 |
|
|
| |
| Mayoritas Publik Belum Membutuhkan Amandemen UUD 1945 | 2021-10-14 10:33:43 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Perlu masukan dari berbagai pihak untuk mendapat gambaran kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya, sebelum memutuskan pembahasan wacana amandemen UUD 1945. Hasil survei Indikator menyebutkan sebagian besar masyarakat belum membutuhkan amandemen.
"Merespon wacana amandemen yang berkembang saat ini, kami melibatkan lembaga s ...Berita Selengkapnya |
| Bamsoet: Amandemen UUD NRI 1945 Tidak Ubah Pasal 7 Tentang Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden | 2021-09-18 20:15:08 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan dalam konsepsi negara demokratis, amandemen Undang-Undang Dasar bukanlah sesuatu hal yang tabu. Bahkan negara Amerika Serikat yang telah sekian lama menjadi rujukan global dalam implementasi sistem demokrasi, telah melakukan amandemen konstitusi sebanyak lebih dari 27 kali.
"Ideal ...Berita Selengkapnya |
| Syarief Hasan: Perlu Kajian Mendalam Dari Segala Aspek Terkait Amandemen UUD | 2021-09-08 14:48:55 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Sjarifuddin Hasan, SE, MM, MBA memastikan bahwa sampai saat ini, MPR RI belum memutuskan apapun terkait amandemen UUD NRI Tahun 1945. Ini menjawab pertanyaan berbagai pihak, perihal wacana yang masih hangat bergulir tentang munculnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) melalui amandemen.
"Kabar te ...Berita Selengkapnya |
| Aboe Bakar Alhabsy Nilai Tidak Tepat Bahas Amandemen UUD 1945 Saat ini | 2021-08-19 06:05:50 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsy menilai tidak tepat membahas rencana Amandemen Konstitusi UUD 1945 di saat pandemi seperti sekarang ini. Dimana saat ini rakyat dalam kondisi susah. Banyak yang masih berduka karena ditinggal wafat sanak saudaranya. Bahkan, tidak sedikit juga yang sedang berjuang melawan Cov ...Berita Selengkapnya |
| Bertemu di Bogor, Presiden Jokowi Setuju Pembahasan PPHN Asal Tidak Melebar | 2021-08-15 01:23:17 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan amandemen terbatas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 tidak akan menjadi bola liar ataupun membuka kotak pandora. Khususnya, terkait perubahan perpanjangan masa jabatan presiden dan dan wakil presiden menjadi tiga periode.
"Kekhawatiran itu justru ...Berita Selengkapnya |
| Syarif Hasan: Amandemen UUD Bukan untuk Kepentingan Kelompok Tertentu | 2020-02-07 18:11:05 |
 |
SAMARINDA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR Syarifuddin Hasan menegaskan bahwa jika nanti MPR melakukan amandemen UUD NRI Tahun 1945 maka amandemen itu bukanlah untuk kepentingan kelompok tertentu melainkan untuk kepentingan bersama. Karena itu perlu dicapai konsensus nasional bahwa perubahan UUD adalah untuk kepentingan bersama.
Demikian dikataka ...Berita Selengkapnya |
| Wacana Amandemen UUD, Syarif Hasan: MPR Buka Ruang Bagi Masukan Masyarakat | 2019-11-01 20:24:48 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR Syarifuddin Hasan mengatakan MPR akan membuka ruang dan akses yang lebih besar bagi masyarakat dan stakeholder lainnya yang ingin memberikan masukan pemikiran dan pandangan menyangkut amendemen (perubahan atau penyempurnaan) UUD termasuk di dalamnya soal GBHN.
"Kita tidak perlu tabu membicarakan amendemen ...Berita Selengkapnya |
| Bamsoet: Pemilihan Presiden Langsung Tidak akan Diamandemen | 2019-10-17 08:52:27 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Pimpinan MPR RI mengantarkan undangan kepada Presiden Joko Widodo untuk dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia 2019-2024, bersama KH Maruf Amin sebagai Wakil Presiden, pada 20 Oktober 2019 pukul 14.30 WIB, di Gedung Nusantara, Komplek MPR RI, Jakarta. Pimpinan MPR RI memastikan seluruh proses persiapan menjelang pelant ...Berita Selengkapnya |
| Rencana Amandemen UUD 1945 Hanya Sebatas GBHN | 2019-08-27 08:41:01 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo menilai amandemen terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sangat baik dan bagus selama dilaksanakan dengan komitmen yang kuat. Dalam artian hal itu hanya sebatas amandemen masalah GBHN (Garis Besar Haluan Negara) saja tanpa meluas ke hal lainnya.
"Intinya, siapapun Presidennya, bang ...Berita Selengkapnya |
| Mantan Jenderal Berkumpul, Serukan Kembali ke UUD 45 Asli | 2018-05-21 06:58:05 |
 |
JAKARTA, Berita HUKUM - Berbagai persoalan Bangsa Indonesia terjadi saat ini, menghadirkan keprihatinan sejumlah tokoh nasional. Mantan Jenderal berkumpul menyerukan kembali ke UUD 1945 asli.
Mereka pun berkumpul, untuk menggelar seminar sekaligus peringatan Harkitnas, dengan mengambil tema 'Bangkit, Bergerak, Berubah, atau Punah' diprakarsai Ru ...Berita Selengkapnya |
|
|