| Banggar DPR |
|
|
| |
| Wa Ode Pintu Masuk Bongkar Mafia Anggaran DPR | Sunday 18 Dec 2011 21:23:22 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya punya strategi sendiri dalam upaya mengungkap mafia anggaran di DPR. Penetapan Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka, kemungkinan besar sebagai jalan masuk untuk membongkar praktik yang berlangsung di Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.
KPK tidk mau main-main dengan praktik ma ...Berita Selengkapnya |
| Wa Ode Akan Bongkar Mafia Anggaran DPR | Sunday 18 Dec 2011 03:57:46 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR Wa Ode Nurhayati bersikap pasrah atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dirinya akan mengikuti proses hukum dalam kasus dugaan suap terkait pencairan dana bagi program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun anggaran 2011. ...Berita Selengkapnya |
| KPK Tetapkan Anggota Banggar DPR Tersangka | Friday 09 Dec 2011 23:47:43 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Teka-teki dikeluarkannya status cekal terhadap anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR asal Fraksi PAN Wa Ode Nurhayati, akhirnya terjawab. Ternyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembahasan dana progran Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun a ...Berita Selengkapnya |
| Penerima Suap Sekda Merupakan Anggota Banggar DPRD | Friday 25 Nov 2011 01:43:49 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Puluhan amplop yang diduga sebagai uang suap dari Sekda Pemkot Semarang, Jawa Tengah, AZ (Ahmad Zaenuri) yang diberikan kepada dua anggota DPRD Kota Semarang APS (Agung Purna Sarjono) dan M (Martono), ternyata hanya bernilai Rp 40 juta.
Meski relatif kecil, uang suap ini bukan hanya terkait pengesahan APBD tahun angg ...Berita Selengkapnya |
| Banggar DPR dan Kemenkeu Berperan Terjadinya Suap | Wednesday 23 Nov 2011 13:40:48 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diminta ikut bertanggung jawab atas kasus suap terkait pencairan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) bidang trasmigrasi. Pasalnya, kedua lembaga ini yang menyetujui pencairan dana yang menjadi awal terjadinya penyuapan tersebut.
Meng ...Berita Selengkapnya |
| Suisnaya Akui Dana Suap Dharnawati Untuk Banggar | Wednesday 16 Nov 2011 18:17:28 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Setdirjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penetapan Transmigrasi (P4T), Kemenakertrans, I Nyoman Suisnaya membantah dakwaan JPU Zet Todung Allo. Hal ini terkait sangkaan bahwa uang suap Rp 2 miliar dari kuasa direksi PT Alam Jaya Papua (AJP) Dharnawati itu untuk Menakertrans Muhaimin Iskandar. Jusru uang itu akan diber ...Berita Selengkapnya |
| Busyro: Pemeriksaan Banggar Masih Berlanjut | Wednesday 05 Oct 2011 22:44:12 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Meski telah ditekan dan disudutkan pimpinan Komisi III DPR dalam rapat konsultasi, tak membuat nyali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ciut. Tim penyidik masih terus melakukan pengusutan dugaan adanya jaringan mafia di Badan Anggaran DPR.
"Pengusutan Banggar DPR belum selesai. Masih berlanjut, karena masih ...Berita Selengkapnya |
| Wakil Banggar DPR Akui Bertemu Menkeu | Monday 03 Oct 2011 20:11:10 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Olly Dondokambey memberikan pertanyaan mengejutkan. Dirinya bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo melakukan pertemuan untuk menetapkan dana Percepatan Pembangunan Infrstruktur Daerah (PPID) bidang transmigrasi di 19 kabupaten.
Hal ini dikatakan Olly Dondokombey kepada wa ...Berita Selengkapnya |
| KPK Periksa Menakertrans dan Pimpinan Banggar DPR | Monday 03 Oct 2011 12:40:41 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Menakertrans Muhaimin Iskandar akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia datang untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan suap pencairan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) bidang transmigrasi 19 kabupaten di Indonesia.
Muhaimin datang di gedung KPK, Jakarta, Senin ...Berita Selengkapnya |
| Dharnawati Akui Fee Lima Persen Untuk Banggar | Saturday 01 Oct 2011 00:18:41 |
 |
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Dharnawati kembali menegaskan ada fee sebesar 5 persen untuk Badan Anggaran (Banggar) DPR, agar bisa mendapatkan proyek di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). "Setahu saya lima persen yang ke (Banggar) DPR," kata dia kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/9).
Pengusaha ini juga menga ...Berita Selengkapnya |
|
|