| Internasional |
|
|
| |
| Korea Utara Sebut akan Terjadi 'Perlombaan Senjata Nuklir' Setelah AS bantu Australia Bikin Kapal Selam Nuklir Lewat Aukus | 2021-09-21 11:33:54 |
 |
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Korea Utara mengecam pakta keamanan baru antara AS, Inggris, dan Australia, yang disebut Aukus, karena dapat memicu 'perlombaan senjata nuklir.'
Pejabat Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan bahwa perjanjian Aukus itu akan "mengganggu keseimbangan strategis di kawasan Asia-Pasifik".
Dalam perjanjian tersebut ... Berita Selengkapnya |
| Ujicoba Rudal Korut Siagakan Korsel dan Jepang | 2021-09-14 18:09:13 |
 |
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Korea Utara mengklaim berhasil menguji coba peluru kendali jarak jauh dan mengenai sasaran berjarak 1.500 kilometer. Peluncuran rudal oleh Korut menempatkan Jepang di bawah ancaman berganda.
Ujicoba peluru kendali oleh Korea Utara kali ini terutama membuat resah, karena untuk pertamakalinya menggunakan platform pelunc ... Berita Selengkapnya |
| Google Didenda 2,5 Triliun Rupiah Atas Dugaan Monopoli Pasar di Korea Selatan | 2021-09-14 17:28:54 |
 |
KOREA SELATAN, Berita HUKUM - Google didenda 180 juta dolar AS atau senilai lebih dari Rp2,5 T karena dinilai menyalahgunakan dominasinya dalam sistem operasi seluler. Denda dijatuhkan bersamaan dengan diberlakukannya 'UU anti-Google' di Korsel.
Komisi Perdagangan yang Adil Korea (KFTC) pada Selasa (14/9), menghukum Google dengan denda senilai h ... Berita Selengkapnya |
| Jutaan Orang di AS Masuk Islam Setelah Peristiwa 9/11 | 2021-09-11 01:23:38 |
 |
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Serangan teror yang terjadi pada 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS) disebut memiliki konsekuensi yang mengherankan. Pasalnya, setelah peristiwa serangan oleh ekstremis itu banyak orang Amerika yang pertama kali mengenal Islam dan justru memilih untuk masuk Islam.
Menurut Sensus Agama non-pemerintah AS, anta ... Berita Selengkapnya |
| Afghanistan: Eks Presiden Ghani Minta Maaf Kabur ke Luar Negeri Demi 'Selamatkan Kabul dan 6 Juta Penduduknya' | 2021-09-10 00:18:35 |
 |
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Mantan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, minta maaf kepada rakyatnya setelah melarikan diri ke luar negeri untuk mengungsi ke Uni Emirat Arab. Permintaan maaf ini muncul setelah Taliban membentuk pemerintahan baru.
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan tersulit dalam hidup saya," ujarnya, sambil menambahkan dia men ... Berita Selengkapnya |
| Afghanistan: Qatar dan Turki Memberi Jalan Bagi Taliban untuk Unjuk Gigi di Panggung Dunia | 2021-09-05 07:51:23 |
 |
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Tembakan perayaan Taliban terdengar di seluruh Kabul saat Barat menarik seluruh pasukannya pekan ini. Namun bila kelompok ini tetap dengan gaya militansi, Taliban akan semakin terisolasi secara global, sementara jutaan warga Afghanistan akan menghadapi masa depan yang semakin tidak jelas
Kekuatan dunia saat ini berl ... Berita Selengkapnya |
| Israel Bujuk AS Batalkan Perjanjian Nuklir Iran | 2021-08-30 21:43:15 |
 |
WASHINGTON, Berita HUKUM - PM Israel, Naftali Bennett, berniat melobi Presiden Joe Biden untuk secara permanen membatalkan Perjanjian Nuklir 2015 dengan Iran. 'Sekarang sudah waktunya,' kata dia saat melawat ke Washington.
Kedua kepala negara dijadwalkan bertemu pada Jumat (27/8) di Gedung Putih, Washington DC. Di sana, Perdana Menteri Naftali ... Berita Selengkapnya |
| WHO: Asia-Pasifik Hadapi Fase Kritis Pandemi COVID-19 | 2021-08-26 06:48:40 |
 |
MANILA, Berita HUKUM - WHO mengatakan pada Rabu (25/8), pandemi COVID-19 di kawasan Asia-Pasifik berada pada fase kritis. Dibutuhkan upaya segera untuk membatasi penularan dan menghindari munculnya varian yang lebih berbahaya.
Takeshi Kasai, Direktur Regional untuk wilayah Pasifik Barat WHO, mencatat bahwa jumlah kasus dan kematian akibat COVID- ... Berita Selengkapnya |
| Kesepakatan Taliban dan Trump yang Menjadi Kunci Kelompok Ini Menguasai Kembali Afghanistan | 2021-08-22 00:09:01 |
 |
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Setelah penarikan pasukan internasional, Taliban menyapu bersih Afghanistan, dan menguasai hampir setiap kota. Jadi, mengapa Amerika Serikat sepakat meninggalkan negara itu setelah 20 tahun berperang?
Pada 2001, NATO memaksa Taliban keluar dari Kabul setelah serangan 11 September di New York dan Washington.
Nam ... Berita Selengkapnya |
| Taliban Deklarasikan Amnesti, Ajak Perempuan Bergabung | 2021-08-18 14:03:24 |
 |
AFGANISTAN, Berita HUKUM - Taliban mendeklarasikan 'amnesti' dan mengimbau perempuan untuk bergabung. Ini dilakukan karena dunia internasional mensyaratkan pemerintahan yang inklusif demi melegitimasi kelompok Islamis itu di Afganistan.
Taliban mengumumkan pengampunan tanpa syarat kepada semua pegawai pemerintah di Afganistan, dan meminta mereka ... Berita Selengkapnya |
|
|