Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Aceh
YARA Somasi RSUD Aceh Barat Daya
Monday 15 Jul 2013 15:39:13

Direktur Eksekutif Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mensomasi Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Barat Daya (Abdya), terkait banyaknya laporan dari masyarakat di Kabupaten tersebut, terkait pengutipan (uang gantung) untuk biaya ambulance, dan harga tebus pada saat berobat. Hal tersebut sangat merugikan masyarakat.

Menurut Direktur Eksekutif YARA Pusat, Safaruddin SH dalam surat Somasi tersebut mengatakan, "praktek uang gantung tersebut bukan hanya di Abdya, namun juga terjadi di seluruh RSUD yang ada di Aceh".

Menurut Safaruddin lagi, "uang gantung tidak dikenal dalam Manlak JKA, dan tidak boleh dilakukan pungutan apapun terhadap pasien JKA (Jaminan Kesehatan Aceh)," ujarnya.

"Setiap pasien JKA, telah di tanggung biayanya oleh pemerintah dalam program JKA yang uangnya di kelola oleh PT Askes, jadi jika terjadi hal seperti ini adalah tanggung jawab RSUD dan PT Askes, dan khusus untuk Abdya uang gantung Ambulan saja sudah Rp.162.132.000, belum lagi uang gantung pembelian obat," jelasnya.

Direktur RSUD Abdya, Dr.H.Yunalis M.Kes saat di konfirmasi awak media ini melalui handphone selulernya, 08136035xxxx tidak aktif, Dan begitu juga dengan pihak PT Askes, Zulfaddin, 0811680xxxx jg tidak di angkat.

Bagi Masyarakat Korban uang gantung Rumah Sakit Abdya, dapat melapor ke Posko Pengaduan YARA Abdya, 085260189898 (Miswar SH), dan YARA memberi waktu tiga hari kedepan, bagi Direktur RSUD Aceh Barat Daya (Abdya) di Blang Pidie, untuk menyelesaikanya.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]