"Mobile" /> BeritaHUKUM.com - Waspadalah, Pencurian "Data" Facebook di Android

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Media Sosial Facebook
Waspadalah, Pencurian "Data" Facebook di Android
Friday 05 Jul 2013 13:54:03

Ilustrasi, Screenshot Aplikasi Facebook di Android.(Foto: BeritaHUKUM.com/zky)
JAKARTA, Berita HUKUM - Symantec Company Security atau Perusahaan keamanan jaringan Symantec berhasil menemukan sebuah kejanggalan dari aplikasi Facebook khusus untuk Android. Dalam laporan terbarunya, Symantec mengklaim, aplikasi tersebut dapat "menarik" nomor ponsel pengguna tanpa izin. Juma't (05/7)

"Mobile Insight secara otomatis menandai (flagged) aplikasi Facebook untuk Android karena menarik nomor telepon perangkat tersebut," tulis Symantec, seperti dikutip dari VR-Zone.

Parahnya lagi, sistem akan secara otomatis menarik data nomor telepon pengguna bahkan sebelum ia log in atau memasukkan nomor telepon ke dalam aplikasi ini.

Saat pertama kali Anda menjalankan aplikasi ini, bahkan sebelum log in, nomor telepon Anda akan dikirimkan melalui internet ke server Facebook," lanjut Symantec.

Pihak Facebook mengaku baru mengetahui adanya masalah ini. Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini mengklaim telah mengambil langkah dengan menghapus semua nomor telepon yang ditarik dari server mereka. Namun, belum diketahui apa yang akan diperbuat Facebook untuk menutup celah keamanan tersebut.

Symantec membeberkan, masih banyak aplikasi lain, selain Facebook, yang memiliki kemampuan untuk menarik data tanpa izin pengguna. Namun, Facebook begitu diperhatikan karena merupakan aplikasi yang banyak digunakan khalayakan banyak orang (vrz/kmc/bhc/bar)


 
Berita Terkait Media Sosial Facebook
 
Wahh, Facebook Ratings 'Jeblok' dan Terancam Didepak dari Play Store
 
Bocor Lagi, 533 Juta Nomor Ponsel dan Informasi Data Pengguna Facebook Dicuri
 
Facebook Didenda Rp70 Triliun terkait Pelanggaran Privasi Data
 
Jelang Hari Pencoblosan, Facebook Luncurkan Fitur Info Kandidat Pemilu 2019
 
AS Gugat Facebook Gara-gara Skandal Cambridge Analytica
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]