Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Cyber Crime
Waspada, Program Jahat Canggih NetTraveler Mengancam
Friday 21 Jun 2013 11:14:37

Peta penyebaran NetTraveler.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ancaman cyber memang tiada hentinya mengintai pengguna komputer. Kapersky belum lama ini mengungkap ancaman cyber baru bersandi ‘NetTraveler’.

Dilaporkan Kaspersky, NetTraveller telah menginfeksi setidaknya 350 korban profil tinggi di 40 negara berbeda, yang mana Indonesia menjadi salah satunya.

Berdasarkan hasil analisis dalam laporan yang dirilis Kapersky, para pelaku diketahui telah aktif sejak 2004, namun volume kegiatan tertinggi terjadi pada kurun 2010 hingga 2013.

Kaspersky Lab juga mengidentifikasi adanya enam korban NetTraveler yang juga sekaligus menjadi korban Red October, memperkuat indikasi bahwa korban yang menjadi sasaran pelaku dikarenakan informasi sangat berharga yang dimilikinya.

NetTraveler dilaporkan telah menginfeksi korban dari berbagai latar belakang baik di sektor publik maupun swasta termasuk lembaga pemerintah, kedutaan besar, industri migas, pusat penelitian, kontraktor militer hingga para aktivis.

Sedangkan sektor yang paling banyak diincarnya untuk dimata-matainya adalah bidang eksplorasi luar angkasa, teknologi nano, produksi energi, daya nuklir, laser, obat-obatan, dan komunikasi.

Metode Penginfeksian

Para pelaku menginfeksi korban dengan mengirim email phishing berisi lampiran Microsoft Office berbahaya dengan dua ancaman didalamnya yakni CVE-2012-0158 dan CVE-2010-3333. Meski Microsoft telah merilis patch untuk dua ancaman ini, NetTraveller dilaporkan masih aktif digunakan secara luas dan masih terbukti efektif.

Pencurian Data

Pada komputer yang terinfeksi NetTraveler, seperti dikutip detik.com, Kaspersky Lab menemukan log penginfeksian dari beberapa server command and control (C&C) NetTraveler. Server C&C digunakan untuk menginstal malware tambahan ke komputer yang telah terinfeksi dan mengeksfiltrasi data yang telah dicuri. Kaspersky Lab memperkirakan data curian yang tersimpan di server C&C NetTraveler lebih dari 22 GB.

Data yang dieksfiltrasi dari komputer yang terinfeksi biasanya meliputi file system listing, keylog, dan berbagai file termasuk PDF, excel sheet, dokumen word, dan file lainnya.

Selain itu, toolkit NetTraveler juga mampu menginstal malware pencuri info lain (info-stealing malware) sebagai backdoor, dan bisa dikustomisasi untuk mencuri informasi sensitif lain seperti detail konfigurasi untuk sebuah aplikasi atau file CAD (computer-aided design).(dtk/bhc/opn)


 
Berita Terkait Cyber Crime
 
Website Diretas, Puan Maharani Minta BSSN Berbenah Diri
 
Jerman Mulai Selidiki Dugaan Serangan Siber oleh Rusia
 
2 Pelaku Tindak Pidana Peretasan Situs Sekretariat Kabinet Ditangkap Bareskrim Polri
 
Biro Paminal Divpropam Susun SOP Patroli Siber, Pengamat Intelijen: Upaya Menuju Polri Presisi
 
Deteksi Dini Kejahatan Siber, Baintelkam Polri - XL Axiata Tingkatkan Sinergitas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]