Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Banggar DPR
Wao Ode Janji Ungkap Permainan Pimpinan Banggar DPR
Monday 30 Jan 2012 23:59:50

Tersangka Wa Ode Nurhayati janji ungkap praktik permainan yang diduga melibatkan pimpinan Banggar DPR (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Wa Ode Nurhayati kembali berjanji akan mengungkap permainan kotor soal praktik mafia anggaran yang melibatkan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Ia akan memberikan keterangan untuk memperkuat data yang telah diberikannya kepada tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Wa Ode Nurhayati akan ungkapkan dalam pemeriksaan berikutnya kepada KPK. Hal itu untuk memperkuat dokumen terkait yang sudah saya serahkan pada KPK. Kami akan lihat, apakah KPK berani menindaklanjuti pemeriksaan terhadap terhadap penyalahgunaan kewenangan pimpinan Banggar tersebut," kata kuasa hukum Wa Ode Nur Zaenab, Wa Ode Nurhayati kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/1).

Nur Zaenab juga menyoroti adiknya yang dipecat dari keanggotaan Banggar DPR. Hal itu merupakan puncak keberhasilan DPR menendang adik kandungnya itu. Sebab, sudah diketahui bahwa Nurhayati adalah salah satu anggota DPR yang vokal dan ingin mengubah sistem dari dalam DPR sendiri.

"Keinginan mereka untuk menghengkangkan Nurhayati sejak Mata Nadjwa sudah terwujud. Mereka gerah dengan perjuangan Nurhayati memperbaiki sistem di DPR. Saya dapat informasi langsung dari anggota BK DPR bahwa kesalahan Nurhayati, karena membuka kebobrokan Banggar,” jelas dia.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudohusodo mengatakan, keputusan memecat Nurhayati dari anggota Banggar DPR, karena terbukti melanggar kode etik. "Sanksinya, yang bersangkutan tidak boleh ada di Banggar lagi," kata Siswono.

Menurut dia, pelanggaran kode etik itu terkait pernyataan Wa Ode dalam acara Mata Najwa di Metro TV pada 25 Mei 2011 lalu. Pernyataan Wa Ode dianggap mencemarkan nama baik pimpinan DPR. Tapi Wa Ode tidak dapat membuktikan bahwa dia tak menghina pimpinan DPR.

Siswono menambahkan, BK DPR juga tengah menangani dugaan pelanggaran kode etik Wa Ode terkait pengalokasian anggaran dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011. Hal ini didasari pengaduan dari beberapa pihak yang mengaku sudah memberikan uang kepada Wa Ode, tetapi tak terealisasi.

Atas aduan itu, kata dia, BK telah tiga kali meminta penjelasan Wa Ode. Tapi proses itu dihentikan sementara, karena sudah ditangani KPK. “BK juga akan merekomendasikan pemberhentian sementara sebagai anggota DPR. Setelah divonis bersalah, kami akan ajukan pemberhentian tetap,” tegas anggota Fraksi Partai Golkar ini.(dbs/spr/rob)


 
Berita Terkait Banggar DPR
 
• Regulasi PNBP Harus Jelas dan Detail
 
• Pemerintah Diminta Fokus Siapkan Diri Hadapi Segala Kemungkinan
 
• Bambang Haryo Kritik Harga Energi yang Mahal
 
• Legislator Dukung MK Agar Banggar Tidak Terjebak Mekanisme Proyek
 
• Berkat Angelina, KPK Curigai Korupsi di Banggar DPR
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]