Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus DPID
Wa Ode Nurhayati Diperiksa KPK
Wednesday 13 Mar 2013 12:20:09

Wa Ode Nurhayati, terpidana kasus korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) saat akan memasuki gedung KPK, Rabu (13/3).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangani kasus korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Kali ini yang diperiksa adala Wa Ode Nurhayati dan Melkias Mengkeng, Rabu (13/3). Keduanya sudah memasuki gedung KPK.

Wa Ode Nurhayati (WON) yang merupakan mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Haris Suharman (HS).

Priharsa Nugraha, Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK mengatakan, Wa Ode diperiksa untuk tersangka HS. "Ya, WON diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS (Haris Suharman)," kata Priharsa, Senin pagi (11/3).

Wa Ode yang sudah menjadi narapidana kasus korupsi senilai Rp 6,25 miliar itu, sudah tiba di gedung KPK sekitar pukul 09:30 WIB. Namun, mantan anggota Badan Anggaran DPR RI itu enggan berkomentar lebih detail soal pemeriksaan yang akan ia jalani. "Nanti yah," ujar Wa Ode sembari memasuki lobby KPK.

Selain Wa Ode, dalam kasus yang sama KPK juga memeriksa Melkias Mengkeng. Ia juga sudah memasuki gedung KPK untuk diperiksa penyidik.

Seperti diketahui, dalam kasus ini politisi Golkar Haris Surahman telah ditetapkan sebagai tersangka baru menyusul setelah Wa Ode, dan pengusaha muda Fadh El Fouz. Mereka diduga terlibat dalam proyek DPID di tiga wilayah di Aceh, yaitu Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Aceh Besar.

Selain itu, orang yang disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus ini yakni Anggota Banggar DPR RI seperti, Mathias Mucus Mekeng, Tamsil Linrung, bahkan Ketua DPR RI Marzuki Alie juga diduga ikut menerima aliran dana DPID senilai Rp 300 miliar.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus DPID
 
KPK Kembali Periksa Haris Andi Surahman
 
Inkracht, KPK Eksekusi Wa Ode Nurhayati
 
Anggota Komisi III Andi Anzar Penuhi Panggilan KPK
 
Irgan Waketum Komisi IX DPR Dipanggil KPK
 
Dituding Terima Duit DPID, Ketua Fraksi PAN: Saya Tidak Kenal Haris Suharman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]