Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Walhi
WALHI: Gelar Malam Kepedulian Satu Hati untuk Indonesia Adil dan Lestari
Thursday 30 Jan 2014 22:56:17

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nasional Albert Nego Tarigan, saat pembukaan malam Kepeduli Satu Hati Untuk Indonesia Adil dan Lestari, Kamis (30/1).(Foto: BH/kar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Kamis (30/1) malam menggelar malam kepedulian dengan tema; Satu hati untuk Indonesia adil dan lestari, yang bekerjasama dengan beberapa Grup Band bertempat di Basement Café, Arion Swiss-BelHotel, Jl. Kemang Raya No. 7 Jakarta.

Acara malam kepedulian ini terlihat sukses, sesuai temanya Adil dan Lestari, tahun 2014 yang dilaksanakan guna bantuan penggalangan dana untuk bencana, erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatra Utara, banjir terjadi di Jakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah serta banjir bandang di Manado Sulawesi Utara.

Menurut data yang ada, tidak kurang dari 29.816 jiwa pengungsi Sinabung yang berada di barak pengungsian, dan lebih dari 27 ribu jiwa Warga Jakarta. Ribuan warga Manado, saat ini masih tinggal di barak pengungsian akibat rumah-rumah mereka yang luluh lantak di hantam banjir bandeng, serta ribuan jiwa warga di Jawa Tengah harus mengungsi akibat banjir, banjir yang juga melanda beberapa beberapa tempat lain di Indonesia. Hal tersebut menggugah rasa kepedulian dari para musisi Indonesia, yang bekerja sama dengan Walhi, untuk mengadakan Malam Kepedulian.

Dalam sambutannya Direktur Eksekutif WALHI Nasional Albert Nego Tarigan, secara tegas menolak reklamasi pantai di Bali. Menurut Albert Nego, reklamasi tersebut akan merusak dan mengancam hutan bakau dan nelayan di daerah tersebut.

Albert Nego Tarigan juga mengatakan, "Soal lingkungan bukan tanggung jawab satu golongan, diharapkan anak-anak muda Negeri ini ikut untuk berpartisipasi. Kita dari wahana Lingkungan Hidup Indonesia sangat gencar melakukan kampaye damai, dengan tuntutan tahun 2014 ada Pemilihan Umum (Pemilu), banyak dari anak-anak muda yang menjadi pemilih pemula, kita harapkan mereka-mereka yang terpilih dan duduk nanti harus mau memperhatikan dan peduli lingkungan," ujarnya.

"Kita harapkan yang muda-muda bisa bersuara lantang untuk memperjuangkan lingkungan," ucapnya.

Pada bulan maret mendatang "WALHI" akan ada Pertemuan besar, perhelatan akbar tersebut untuk menuntut pemerintah lebih peduli terhadap lingkungan," sebut Albet.

"WALHI" akan menyuarakan dengan senang hati untuk berbagi, informasi dengan lembaga lainnya yang perduli tehadap lingkungan, untuk hal-hal penggalangan dana kita juga membuka posko-posko bencana di semua daearah, baik bencana ekologis maupun bencana alam," pungkas Albet.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Walhi
 
Pengadilan Negeri Medan tidak mempertimbangkan hubungan antara objek sengketa Kementerian LH dan dampak kerusakan dalam Gugatan Intervensi WALHI
 
Release WALHI Sulawesi Tengah atas Upaya Kasasi di Mahkamah Agung
 
Tanpa Mengoreksi Kebijakan Pembangunan, Pemerataan hanya Jargon
 
Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI 2015: Menagih Janji, Menuntut Perubahan
 
Aktivis Bentangkan Spanduk Raksasa di Kantor Pusat BHP Billiton Meminta Batalkan Tambang Batubara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]