Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
PilPres
Verifikasi Parpol


JPPR Bentuk Posko Pengaduan Verifikasi Parpol (foto ; ist)
JAKARTA, BeritaHUKUM – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) sebagai pemantau resmi akan membentuk posko pengaduan verifikasi partai politik, untuk memfasilitasi baik dari partai politik peserta pemilu ataupun dari masyarakat.

Sebagaimana diketahui bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil verifikasi peserta Pemilu 2014. Sebanyak 16 Partai Politik lolos dalam verifikasi administrasi (9 partai parlemen dan 7 partai baru), yang selanjutnya akan diverifikasi faktual di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.

Adapun yang tidak lolos verifikasi administratif sebanyak 18 partai politik. Dari pengumuman hasil verifikasi administratif tersebut, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memberikan catatan dan sikap, sebagai berikut :

KPU melakukan pengumuman verifikasi administratif tidak sesuai dengan jadwal yang dibuatnya sendiri yang semestinya tanggal 23 – 25 Oktobr menjadi 28 Oktober. Pengunduran waktu yang dilakukan oleh KPU dan ketidakjelasan waktu pengumuman ini menjadi preseden dan sinyal buruk bagi peraturan-peraturan KPU kedepannya.

Tidak bisa KPU dengan sekehendaknya sendiri dan kapan saja merubah peraturan yang dibuatnya sendiri. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tahapan yang akan datang KPU harus memperhitungkan secermat dan seteliti mungkin dalam pelaksanaan tahapan Pemilu sheingga tidak melanggar jadwal yang telah ditetapkan sendiri, yang pada akhirnya akan mengurangi kredibilitas dan kinerja KPU,selain tindakan itu rawan sekali dengan gugatan.

KPU harus belajar dari tahapan verifikasi administratif Parpol bahwa sistem dan mekanisme pelaksanaan tahapan Pemilu harus terbuka terhadap semua stakeholder Pemilu.

KPU mulai hari Senin 29/10) akan melakukan verifikasi faktual di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Verifikasi faktual ini sebagaimana yang disampaikan oleh KPU sendiri, hal yang paling rawan adalah verifikasi keanggotaan dimana yang tercatat di KPU dengan faktual KTA di kabupaten/kota berbeda. Oleh karena itu, KPU harus mempunyai mekanisme dan sistem kontrol terhadap tim verifikasi di setiap KPUD untuk memastikan bahwa pelaksanaan verifikasi faktual berjalan dengan jujur dan terbuka. Tidak ada permaian dan transaksi apapun antara KPUD sebagai penylenggara yang independen dengan partai politik.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama jajarannya di tingkat propinsi dan kabupaten/kota harus sigap dan siap melakukan pengawasan verifikasi partai politik ini. Meskipun di beberapa daerah masih melakukan rekruitmen.

Bawaslu tetap harus mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk melakukan pengawasan. Bawaslu dan Panwas Kabupaten/Kota pertama-tama harus mendapatkan data-data sebagai bahan pelaksanaan pengawasan dari KPUD. Bawaslu juga harus merespon dan menindaklanjuti setiap laporan atau gugatan yang masuk dan cepat meresponya. (bhc/rat)





 
Berita Terkait PilPres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]