Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
Verifikasi Faktual Perbaiki Kualitas Parpol
Sunday 23 Dec 2012 17:42:44

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Muhammad.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Makin rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik (parpol) harus diiringi dengan peningkatan pengawasan terhadap lembaga tersebut.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengatakan, pengawasan verifikasi faktual terhadap parpol bisa menjadi solusi. “Kedepan parpol akan jadi rumah untuk calon legislatif. Parpol yang berkualitas tentu menghasilkan caleg-caleg yang berkualitas juga,” kata Muhammad di kantornya, Minggu (23/12).

Dia menegaskan untuk menghasilkan parpol yang berkualitas, diperlukan kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu.

“Verifikasi faktual menjadi salah satu tahapan yang sangat penting, karena KPU dan masyarakat dapat menilai sejauh mana kualitas parpol,” ujarnya.

Menurut Muhammad, di beberapa daerah, memang koordinasi antara KPU dan Bawaslu masih perlu perbaikan. “Saya berharap jajaran KPU dan Bawaslu di tingkat daerah bisa mengikuti langkah kerja sama yang positif di tingkat pusat,” katanya.

Sementara, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyatakan, selama ini Bawaslu jarang mengkritisi pelaksanaan tahapan pemilu baik terhadap parpol-parpol calon peserta maupun KPU.

“Mana suara Bawaslu dalam mencermati dan mengawasi proses verifikasi. Jangankan itu, kesiapan mereka dalam mengantisipasi kemungkinan adanya sengketa atas penetapan-penetapan KPU masih minim," ujarnya.(rm/ipb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]