Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Didepan Istana Negara
VISUM Tuntut Penuntasan Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir
Monday 10 Dec 2012 12:33:04

Puluhan masyarakat Visioner Untuk Munir (VISUM), saat melakukan aksi menuntut penuntasan kasus pembunuhan Munir di depan Istana Negara Jakarta, Senin (10/12).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gelombang aksi unjuk rasa berdatangan ke depan Istana Negara Jakarta, Senin (10/12). Puluhan masyarakat Visioner Untuk Munir (VISUM), melakukan aksi menuntut penuntasan kasus pembunuhan Munir dan meminta Munir dijadikan Pahlawan HAM.

Dalam orasinya, korlab Anyoung mengatakan, 8 tahun sudah kasus dibunuhnya aktivis Hak Azasi Manusia Munir, yang diracun diatas pesawat Garuda Indonesia, dimana ditemukan racun arsenik.

Hari senin 10 Desember adalah hari HAM Internasional, yang merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia untuk menindaklanjuti perjuangan Munir. Kami ingin mengikat "penjahat HAM" di Republik ini agar bisa segera diadili dan ditangkap, bahwa ada indikasi besar Muchdi PR, dan mantan Deputi V Bin Prabowo Subianto.

"Tangkap dan adili mereka sebagai langkah awal proses penegakkan HAM", teriak koordinator aksi Ayoung.

Dalam pembacaan tuntutannya di depan Istana Negara Jakarta, para pendemo meminta:

1. Mendesak SBY dan jajarannya agar membuka kembali kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

2. Mendesak DPR RI khususnya Komisi III agar kembali membuat Tim Khusus Pembunuhan Aktivis HAM Munir.

3. Tangkap dan adili Muchdi PR, Bin Prabowo Subianto, panjahat HAM Indonesia, demikian isi tuntutan massa VISUM.

Selanjutnya menurut salah seorang pimpinan aksi, Rahman Latuconsina mengatakan kepada pewarta BeritaHUKUM.com, mereka akan langsung bergerak menuju Gedung DPR RI Senayan Jakarta guna melanjutkan aksinya menuntut penyelesaian kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo Didepan Istana Negara
 
Kecam Pengibaran Bendera HTI, Gerakan Jaga Indonesia Kibarkan Ribuan Merah Putih
 
Tuntut Ekonomi dan Demokrasi, Aliansi Mahasiswa UMJ Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
 
Buruh dan Mahasiswa Bersatu; KSPI Desak Mahasiswa yang Ditangkap Segera Dibebaskan
 
Demo Mahasiswa di Depan Istana Berakhir Ricuh, 9 Orang Diamankan
 
Usai Demo Menagih Janji Manis Jokowi - JK, BEM SI Shalat Magrib Berjamaah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]