Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid
2021-09-19 23:14:33

JAKARTA, Berita HUKUM - Seorang ustadz di Pinang, Kota Tangerang tewas ditembak orang tak dikenal (OTK), Sabtu 18 September 2021 malam.

Korban diketahui bernama Ustadz Armand atau yang akrab disapa Alex akhirnya tewas.

Salah satu warga, Lhory mengatakan kejadian itu pada pukul 18.30 WIB. Ketika itu, Ustadz Alex saat bersama anaknya pulang dari salat Maghrib di Masjid Nurul Yaqin.

"Dia pulang salat Maghrib, terus ada yang menembak sama orang tidak dikenal," kata Lhory di Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (18/9).

Lhory mengatakan, pria tidak dikenal itu menggunakan jaket ojek online. Setelah aksi penembakan itu, terduga pelaku kemudian pergi.

Ustadz Alex sempat dilarikan Rumah Sakit RS Mulya, Pinang, Kota Tangerang, guna dilakukan penanganan medis. Namun, sayang nyawanya tak tertolong.

"Iya meninggal, kayanya abis isya di RS Mulya," katanya.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan korban penembakan di Kelurahan Kunciran, Tangerang, bekerja sebagai ahli pengobatan alternatif.

"Yang bersangkutan sudah 20 tahun bekerja sebagai ahli pengobatan alternatif," ujar Yusri saat dikonfirmasi, Minggu (19/9).

Yusri menambahkan, korban juga merupakan ketua majelis taklim di komplek perumahannya. Warga sekitar mengenal korban sebagai ustad Alex. Sementara nama asli lelaki 43 tahun tersebut adalah Armand.

Yusri mengatakan penyidik menemukan proyektil di lokasi penembakan. Proyektil tersebut telah dibawa ke laboratorium forensik atau labfor untuk diuji.

Selain menunggu pengujian proyektif, Yusri mengatakan penyidik juga menunggu hasil otopsi jenazah. Polisi juga disebut telah meminta keterangan sejumlah saksi dalam kasus penembakan ini. "Kami juga analisis CCTV di sekitar TKP," kata Yusri.

Sedangkan, berdasarkan keterangan Ahmad, warga sekitar yang saat itu melihat jelas aksi penembakan itu, kata Ahmad, pelaku penembakan seorang pria berjaket hijau ojek online yang menghadang Ustaz Armand di depan rumahnya. "Pelakunya dua orang, mereka berboncengan satu motor, yang satu menghadang Alex, satunya lagi duduk di atas motor," ucapnya.

Setelah melepaskan satu tembakan dan korban roboh, pelaku langsung kabur. Warga setempat langsung berhamburan mencoba memberi pertolongan kepada ustadz Armand. "Peluru mengenai pinggang kiri tebus ke dada," kata Ahmad.

Sampai saat ini kematian Ustadz Alex atau Armand masih menimbulkan tanda tanya. Apa yang melatari orang tak dikenal tersebut tega menembak mati guru ngaji ini,

Namun belakangan ini, Ustadz Alex tidak mengajar ngaji lagi. Mungkin karena kesibukan lain. Apalagi setelah buka jasa pengobatan alternatif, banyak pasien yang datang.

Semantara, atas kejadian pembunuhan keji tersebut, anggota DPR RI Fadli Zon menyampaikan turut berduka cita.

"Innalillahi wainnailaihi raajiun. Turut berduka cita sedalam2nya, semoga Allahyarham Ustadz korban penembakan diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT. Teror ini mengingatkan kita spt aksi2 sepihak PKI jelang G30S/PKI 1965" tulisnya di akun twitter @fadlizon, Minggu (19/9).

Dalam laporan polisi, peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu malam, pukul 18.30 WIB. Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Mulya Pinang. Namun, pada pukul 19.17 WIB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Terlihat di pintu rumah korban ada bekas tembakan peluru yang kini dilapisi dengan lakban.

Adapun barang bukti berupa satu butir proyektil putih telah diamankan dari lokasi kejadian.(dbs/ayoindonesia/Tempo/gelora/bh/sya)


 
Berita Terkait Pembunuhan
 
Polisi Tangkap 3 dari 4 Tersangka Penembakan Ustadz di Tangerang
 
Bukhori Desak Polri Tangkap Pelaku Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar
 
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid
 
Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Bareskim Mabes Polri Ikut Turun Tangan
 
Pembunuh Wanita Hamil Ditangkap di Cakung, Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sanksi Paling Signifikan', ASEAN Resmi Gelar KTT Tanpa Perwakilan Myanmar
Ini Saran dari Pengamat Terkait Disparitas Kinerja Jaksa di Pusat dan Daerah
Bukhori Yusuf Kritisi Peningkatan Utang di Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
Tanggapi LBH, Pemprov DKI Pastikan Reklamasi Sudah Dihentikan
Ketika Warga Jakarta Menikmati Kebahagiaan Bersepeda
Wujudkan Efektifitas Persuratan Berbasis Digital, Pemkab Bogor Lakukan Uji Coba Aplikasi SRIKANDI
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Bukhori Yusuf Kritisi Peningkatan Utang di Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
Kapolda Metro Sebut Pengguna Ganja di Jakarta Masih Tinggi
Demokrat Minta Presiden Jelaskan Alasan APBN Boleh Digunakan untuk Proyek Kereta Cepat
Kemenag: Antisipasi Kasus Baru Covid, Libur Maulid Nabi Digeser 20 Oktober
Khawatir Presiden Terpilih Bukan Orang Indonesia Asli, Guru Honorer SMK Uji UU Pemilu
Kartunis Swedia yang Menggambar Nabi Muhammad Tewas Kecelakaan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]