Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Polri
Usai Pensiun, Eks Srikandi 'Kresna' Polda Metro Titik Valentina Kini Aktif Menulis
2021-05-21 13:51:08

Titik Valentina.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menuntaskan pengabdian bagi bangsa, negara dan masyarakat untuk memasuki masa purna bhakti dengan sehat, serta bahagia merupakan hal paripurna yang menjadi dambaan bagi setiap anggota Polri.

Di samping itu terpenting ialah tetap menjalani aktifitas positif dalam menikmati masa pensiun.

Hal itu yang terungkap dalam keseharian seorang Titik Valentina. Polwan yang semasa aktif banyak mengemban penugasan di satuan Intelijen ini memilih untuk menjadi penulis di media siber.

Srikandi 'Kresna' yang saat purna tugas tiga tahun silam berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) ini mengaku bersemangat dalam melakoni aktifitas tersebut.

"New dream, new hope," kata purnawirawan Polwan yang terakhir menjabat Kepala Sub Direktorat Ekonomi, Direktorat Intelijen Keamanan Polda Metro Jaya ini.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini diketahui banyak menulis berbagai macam artikel maupun berita yang menyangkut isu-isu strategis nasional hingga soal Korps Bhayangkara.

"Bu titik salah satu atasan saya di sebuah media online tempat kerja saya sebelumnya, kantornya di kawasan Jakarta Barat," ucap M. Mufid, salah seorang jurnalis media siber nasional.

Menurut dia, walau belatarbelakang aparat namun produk jurnalsitik yang dihasilkan tergolong baik. "Padahal bukan basic jurnalis, melainkan Polwan. Tapi tulisannya bagus dan menarik dibaca," pungkasnya.

Menikmati Tantangan

Lama menjalani karir di fungsi intelijen, banyak kesan mendalam yang diungkapkan AKBP (Purn) Titik Valentina.

Dikatakan Titik, hanya segelintir Polwan yang bertugas sebagai 'agen rahasia'. "Hanya sekitar 10 persennya saja intelijen perempuan," kata Titik seperti dilansir dari Kompas.com.

Meski begitu, Titik memandang hal tersebut sebagai pemacu bagi dirinya untuk selalu berbuat yang terbaik bagi institusi dan negara.

"Pekerjaan ini menarik dan penuh tantangan. Tantangannya pun selalu berubah tergantung perkembangan situasi di Indonesia," jelas Titik.

"Hanya perempuan yang punya ketahanan berada di balik layar, tidak mau menonjol, yang mampu menjalaninya. Meski berhasil menjalani tugas besar, eksistensinya tidak boleh terungkap. Jadi, harus memiliki kepribadian yang matang tahan tekanan," imbuh dia.

Karakter yang inovatif, tutur dia, merupakan komponen utama yang harus dimiliki oleh seorang aparat terlebih Polwan yang mengemban tugas rahasia tersebut.

"Kreativitas sangat dibutuhkan, harus punya ide brilian terus menerus, ini dibutuhkan ketekunan," papar Titik.(bh/mos)


 
Berita Terkait Polri
 
Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]