Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Cina
Unjuk Rasa Menolak Pertemuan Pemimpin Cina dan Taiwan
Saturday 07 Nov 2015 14:50:55

Polisi menyemprotkan semacam cairan untuk memadamkan api dari poster bergambar pemimpin Cina. Kemarahan demonstran di Taipei diwarna tendangan ke arah poster pemimpin Cina, Xi Jinping.(Foto: Istimewa)
TAIPEI, Berita HUKUM - Para demonstran di Taipei terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian saat mereka berusaha menyerbu gedung parlemen Taiwan. Ini merupakan protes terhadap pertemuan bersejarah antara Presiden Ma Ying-jeou dan pemimpin Cina, Xi Jinping di Singapura.

Sekitar seratus orang pengunjuk rasa membawa spanduk yang isinya membela kedaulatan Taiwan dan menuduh Presiden Ma menjual kedaulatan itu kepada Beijing.

Beberapa demonstran juga berkumpul di bandar udara Taipei dan membakar poster kedua pemimpin ketika Presiden Ma berangkat ke Singapura untuk bertemu Xi Jinping.

Sebagian pengunjukrasa anti pertemuan itu ditangkap, sementara muncul pula unjuk rasa mendukung pertemuan tersebut.

Ini merupakan pertemuan pertama pemimpin Taiwan dan Cina sejak perang saudara yang berakhir pada 1949.

Sejauh ini Cina memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. Para pemimpin Cina menyatakan bahwa mereka dapat bersatu kembali, apabila diperlukan dengan upaya kekerasan.

Hubungan Taiwan-Cina belakangan membaik semenjak Ma terpilih sebagai presiden pada tahun 2008.
Kedua pihak telah membangun hubungan ekonomi yang lebih baik, meningkatkan hubungan pariwisata, serta telah menandatangani pakta perdagangan.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Cina
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
 
• Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
 
• Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
 
• Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
 
• Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]