Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Islam
Umat Agar Menyatukan Kalender Islam
Thursday 25 Jul 2013 12:19:06

Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, T. Djamaluddin (Foto:ist)
JAKARTA, Berita HUKUM —- Guna menyatukan umat Islam dalam menentukan awal puasa Ramadhan, hari raya Idul Fitri, dan Idul Adha, maka perlu ada sebuah kalender umat yang satu yang disepakati bersama oleh seluruh umat di seluruh belahan dunia, seperti kalender masehi.

Pendapat tersebut dikemukakan Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, T. Djamaluddin, ketika memberikan sambutan pada acara berbuka bersama Menteri Agama, ormas Islam, Forum Rektor Perguruan Tinggi Agama Islam, dan para wartawan kordinatoriat Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (23/07). Hadir juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin, Sekjen Bahrul Hayat, serta para pejabat eselon I dan II Kemenag.

Kalau selama ini ada kalender sebagai almanak Islam, namun menurut Djamaluddin masih merupakan versinya masing-masing. “Ada kalender Muhammadiyah, almanak NU, di berbagai negara juga ada seperti Malaysia, tapi belum merupakan kesepakan bersama, belum satu,” kata Djamal.

Menurut anggota Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama ini, masalah kalender itu masalah kesatuan umat. Dengan demikian, lanjutnya, hisab rukyat bisa disatukan sehingga bisa menjadi rujukan bersama. “Tentunya dengan kriteria yang telah disepakati bersama oleh semua pihak,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Agama menyarankan ke depan ada tradisi baru dalam pelaksanaan sidang itsbat. Jika biasanya pada hari pelaksanaan sidang yang dilakukan mulai sore hari, maka nanti dapat diawali dengan sebuah seminar, misalnya membahas tentang hisab dan rukyat. “Siangnya diadakan seminar dulu, jadi ada pra itsbat,” ujarnya.

“Kita harus mencari kriteria yang disepakati bersama, sehingga ketetapan itu dipatuhi bersama,” ujarnya. (bhc/ks/pin/rat)


 
Berita Terkait Islam
 
Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung
 
Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
 
Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
 
Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
 
LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]