Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Penistaan Agama Islam
Ultra Kanan Eropa Unjuk Rasa Anti Islam
Sunday 01 Apr 2012 04:56:00

Unjuk rasa English Defence League terhadap Islam di Eropa. (Foto: ist)
DENMARK (BeritaHUKUM.com) – Gerakan unjuk rasa anti Islam yang dimulai di kota Aarhus, Denmark, diharapkan dapat memicu anti islam di Eropa dan menghambat upaya gerakan islam. Hal itu disampaikan Ketua Liga Pertahanan Inggris, EDL, Stephen Lennon pada BBC News, Sabtu (31/3).

Namun menurut Kepala Polisi Aarhus, Mogens Brondum, pihak Polisi Aerhaus mampu menangani unjuk rasa terkait minimnya jumlah pengunjuk rasa dari pihak EDL tersebut.

“Kami mampu mengatasi keadaan. Jumlah mereka sedikit dan tak perlu dikhawatirkan,” papar Mogens Brondum pada wartawan BBC, yang meliput aksi pertemuan dan unjuk rasa sejumlah ketua EDL, mewakili berbagai jaringan di Eropa.
Terkait adanya upaya anti islam dari pertemuan sejumlah ketua EDL itu, pengamat politik dari Universitas Nottingham, Inggris, Matthew Goodwin, mengatakan gerakan ini tetap signifikan meski hanya dihadiri sedikit orang.

"Apa yang kita lihat disini untuk pertama kalinya dalam sejarah politik Inggris adalah sebuah organisasi anti-Muslim memimpin untuk mencoba memobilisasi kelompok anti-Islam Eropa,'' imbuh Goodwin.

Adapun terkait tujuan unjuk rasa, Stephen Lennon tidak mempersalahkan jumlah peserta pendukung anti islam. Menurutnya aksi yang dipimpinya itu adalah awal mula dari gerakan anti islam di eropa.

“Ini hanya awal mula saja. Bulan depan (April), EDL akan melakukan lebih banyak lagi unjuk rasa anti Islam di Eropa,” tandasnya. (bbc/sya/boy)


 
Berita Terkait Penistaan Agama Islam
 
DICARI!!, Setelah M Kece, Pria Ini Jadi Buronan Netizen Gegara Hina Nabi Muhammad
 
HNW Apresiasi Kinerja Polri Tangkap Terduga Penista Agama
 
Sukmawati, Potret Sosial-Politik dan Hukum Kita
 
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz Bachtiar Nasir sebagai Tersangka Dugaan TPPU
 
Jubir PA 212 Kembali Mendatangi PMJ untuk Menanyakan LP Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenizer
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]