Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kejaksaan Agung
Uang Triliunan Rupiah Hasil Kejahatan Koruptor Disita Kejagung
Wednesday 19 Dec 2012 13:12:17

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Setia Untung.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung Republik Indonesia, sejak pertengahan tahun 2011 hingga November 2012 telah menyita uang, barang, maupun aset para koruptor senilai Rp 1,2 Triliun. Masing-masing dari para terpidana korupsi, yakni Tan Edy Tansil sebesar Rp 32 Milyar, Adrian Herling Woworuntu terpidana kasus pembobolan BNI, dimana Satuan Tugas Khusus (Satgasus) menyita uang Rp 2,1 Milyar, Bambang Sutrisno dan kawan-kawan senilai Rp 716 Milyar.

Hendra Rahardja mengembalikan uang senilai Rp 20 Milyar piutang pengganti perkara pembobolan BHS, dan Satgasus Kejagung berhasil menyelesaikan secara administratif piutang uang pengganti senilai Rp 52 Milyar atas nama Hendra Rahardja dalam hal kepentingan perbaikan aset BHS.

"Penyitaan mudah-mudahan bisa bertambah di akhir bulan Desember ini," kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, Rabu (19/12).

Satgasus Kejagung dibentuk dan mulai bekerja sejak 27 Januari 2012, agar kinerja Kejagung lebih maksimal untuk merampas barang, menyita aset dan uang hasil kejahatan para koruptor.

Koordinasi antara Kejagung dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menurut temuan BPK bahwa hasil kejahatan korupsi layak dirampas dan disita, karena jelas merugikan negara.

"Uang dan barang bukti yang kami sita, sudah disetorkan ke kas negara," terang Sekretaris Satgasus Kejagung.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kejaksaan Agung
 
• Jaksa Agung Himbau Staf Ahli Memantau Perkembangan dan Perubahan KUHP atau KUHAP
 
• Amir Yanto Jadi Jamintel Gantikan Sunarta yang Menjadi Wakil Jaksa Agung
 
• Wakil Jaksa Agung Apresiasi Kejati Kalbar Terkait Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
 
• Ini Tujuan Wakil Jaksa Agung Berkunjung ke Riau
 
• Ini Penjelasan Wakil Jaksa Agung Terkait Undangan Konperensi Pers DPP PEKAT IB
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]