Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
UU Ormas
UU Ormas di Sahkan, Kontras Akan Judicial Review ke MK
Tuesday 02 Jul 2013 16:40:22

Koordinator Eksekutif Kontras, Haris Azhar.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Akhirnya dalam sidang Paripurna DPR memutuskan voting dalam pengambilan keputusan pengesahan RUU Ormas. Opsi ini diambil setelah sejumlah Fraksi tidak sepakat dalam pengesahan RUU tersebut, Selasa (2/7) di Gedung DPR-RI Senayan Jakarta.

Pimpinan Sidang Paripurna Taufik Kurniawan akhirnya memutuskan "Kita berkomunikasi menjaga marwah pimpinan. Mekanisme jalan musyawarah atau voting paling berakhir. Jadi kita pilih proses voting," ujar Taufik.

Sebelumnya sejumlah Ormas Agama seperti Muhammadiyah, PBNU, dan PGI dan 3 Fraksi di DPR jelas-jelas menolak RUU ormas di sahkan, 3 Fraksi itu adalah Hanura, Gerindra dan PAN. RUU Ormas yang dinilai mengkebiri Demokrasi.

Sementara Fraksi yang menyetujui RUU Ormas disahkan yakni Demokrat, Golkar, PKS, PKB, PPP dan PDIP.

Anggota Fraksi PAN, A. Muhajir mengatakan, kami berhati-hati berkaitan terhadap dua hal Pasal dengan aliaran dana asing dan anarkinya yaitu, Fraksi PAN menolak UU Ormas ini.

Sebenarnya pemerintah sudah mengatur kedua hal ini dalam UU Yayasan, dan Ormas juga mengenai bantuan aliran dana asing, dalam UU lalu tahun 1985 sudah mengatur bantuan asing dengan sepengetahuan pemerintah, dan bila ada oknum ormas yang berbuat anarki, jadi harus dikaji terlebih dahulu apakah ini sudah di akomodir dalam UU yang disahkan tadi atau tidak.

"Saya meminta dalam forum Paripurna tadi apa yang di hasilkan dari pertemuan rapat loby dan pimpinan DPR dengan Pimpinan ormas lalu, agar ketua pansus menyampaikan penjelasan dalam hasil rapat loby, namun ini tidak di jelaskan, dan ini menjadi semakin tidak jelas," ujar A. Muhajir.

Sementara diluar Gedung DPR saat RUU Ormas di sahkan, ribuan masa buruh dan Aktifis melakukan aksi demontrasi penolakan terhadap pengesahan RUU Ormas ini, salah seorang diantara massa aksi adalah. Koordinator Eksekutif Kontras Haris Azhar, kepada pewarta BeritaHUKUM.com Haris mengungkapkan.

"Yang pasti dari kami ada dua sikap terkait pengesahan UU Ormas oleh DPR ini, Yang pertama kami akan melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Ormas ini, dan kedua kami meminta kepada masyarakat, agar Anggota DPR yang mendukung pengesahan UU Ormas ini jangan dipilih kembali, mereka sudah menghianati rakyat," pungkas Haris dengan penuh kecewa.(bhc/put)


 
Berita Terkait UU Ormas
 
• LSM Ikut Gugat Kebebasan Berserikat dalam UU Ormas
 
• Baru Sebulan Disahkan, UU Ormas Digugat PP Muhammadiyah
 
• UU Ormas di Sahkan, Kontras Akan Judicial Review ke MK
 
• Ribuan Buruh Aksi Tolak RUU Ormas di DPR
 
• KKB Menolak RUU Ormas, Adnan: Adakan Pembangkangan Nasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]