Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
PT KAI
UI Luncurkan Buku KAI Recipe Perjalanan PT KAI, Dari Masa Ke Masa
Wednesday 18 Mar 2015 01:05:36

Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan saat peluncuran buku KAI Recipe di Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (17/3).(Foto: BH/yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia meluncurkan buku KAI Recipe. Buku ini berisi perjalanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dari masa ke masa.

Buku ini khususnya menceritakan tentang keberhasilan perbaikan BUMN yang dilakukan Ignasius Jonan saat menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI. Kini, Jonan dipercaya menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

‎"Buku ini tentang manajemen korporasi kepemimpinan, dan manajemen pengelolaan sumber daya publik‎," kata Ignatius Jonan, ditemui di acara peluncuran buku KAI Recipe di Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (17/3).

Buku setebal 284 halaman ini ditulis oleh Toto Pranoto, Kepala Lembaga Manajemen FEB UI. Jonan mengatakan, gaya penulisan dalam buku ini mengusung tema ilmiah, sehingga bisa dijadikan bahan pembelajaran.

"Buku dijadikan dengan pendekatan ilmiah sehingga bisa dijadikan text book," katanya.

Awalnya, Jonan mengaku tak percaya jika ada salah seorang penulis dari UI mampu menuliskan cerita perjalanan PT KAI dalam sebuah buku. Sebelumnya, buku mengenai perjalanan PT KAI yang ditulis Hadi M Djuraid menjadi buku non fiksi terlaris di Indonesia pada 2013.

"Saya bilang, apa UI ini bisa nulis? Saya harap Pak Toto, kalau buku ini tak menjadi best seller tahun ini, berarti bapak gagal. Berarti teman-teman UI itu nggak bisa nulis," canda Jonan disambut tawa riuh para hadirin.(bhc/yun)


 
Berita Terkait PT KAI
 
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
 
KAI Akan Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrak KRL
 
KAI Layani Tes PCR Selama Nataru, Tarifnya Rp195.000 di 17 Stasiun
 
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
 
Pemerintah Cabut Subsidi untuk 5 Kereta Api Ekonomi, Ini Daftarnya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]