Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Lomba
Turnamen Futsal Kapolda Cup 2018 Resmi Dibuka di Planet Futsal, Kuningan
2018-12-08 11:27:33

Tampak para peserta Turnamen Futsal Kapolda Cup 2018 saat acara pembukaan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Turnamen Futsal Kapolda Cup 2018 resmi dibuka Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat di Planet Futsal, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12).

Pembukaan kompetisi dengan peserta 31 tim yang berasal dari wartawan dan petugas kepolisian, ditandai dengan ditendangnya bola secara simbolik oleh Wakapolda.

Wahyu yang hadir mewakili Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis, mengaku tak asing dengan turnamen yang dihelat Forum Wartawan Polri (FWP) bersama dengan Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya tersebut.

"Sama, empat tahun lalu, saya juga menghadiri acara ini. Saya ingat dulu ada pemain terbaik dari Bekasi dari rekan-rekan wartawan," ujar Wahyu dalam sambutannya.

Yang menarik, mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan ini hadir ke lokasi menggunakan sepeda bersama rombongan. Ia sengaja menempuh jarak puluhan kilometer dengan alat transportasi itu, karena memang gemar berolahraga secara rutin.

"Saya dengan pejabat utama, karena tidak futsal, tapi kita goes (sepeda), 38 kilometer (KM) dan sekarang tiba di sini untuk acara ini. Jadi supaya sama-sama keringatan. Karena futsal dengan goes hampir sama, pakai kaki ya. Jadi kalau tim goes pasti kuat nendangnya," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wahyu turut membacakan sambutan Kapolda Metro Jaya. Idham mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak, yang menyukseskan acara yang juga dalam rangka HUT Polda Metro Jaya ke-69. Jenderal bintang dua itu yakin ada nilai lebih yang bisa dipetik dari Kapolda Cup.

"Dalam turnamen futsal ini kita tidak hanya menunjukkan kemampuan kita dalam bermain sepak bola untuk kemenangan semata, tapi juga membangun silaturahmi dan soliditas antar jajaran Polda Metro Jaya dengan rekan-rekan jurnalis guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif," tutur Idham yang dibacakan Wahyu.

Ia meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya. Seiring dengan itu, semangat sportivitas dan saling menghormati juga dijaga satu sama lain. Sehingga setiap kemenangan bisa diraih dengan baik dan jujur. Semangat ini juga diharapkan lahir dari para wasit dan pendukung.

"Bukan tidak mungkin melalui turnamen ini, dapat terjaring pemain-pemain berbakat, yang pada suatu saat bisa mengharumkan nama Polri atau jurnalis dalam tingkat turnamen yang lebih tinggi," jelasnya.

Sementara, Ketua FWP Naek Pangaribuan, mengatakan Kapolda Cup dilaksanakan sejak 2013 silam, dengan tujuan bukan hanya sekadar berolahraga bersama. "Ini ajang silaturahmi polisi dan wartawan," ucapnya.

Naek mengatakan, Kapolda Cup tidak hanya sekadar kompetisi sepakbola dalam ruangan, tapi juga menjadi kegiatan pertemuan polisi dengan wartawan.

"Ini wadah sinergi atau pertemuan antar polisi dengan wartawan di Jakarta, bahkan di Indonesia," tandasnya.(bh/as)


 
Berita Terkait Lomba
 
Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog
 
Tim Futsal Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Menjuarai Kapolda Cup 2018
 
Turnamen Futsal Kapolda Cup 2018 Resmi Dibuka di Planet Futsal, Kuningan
 
Ibu Negara Iriana Melepas Peserta Lomba Kartini Run 2018
 
Kemala Bhayangkara, Perwosi, Oase KK dan KONI Gelar Lomba Lari 'Kartini Run 2018'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]