Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Didepan Istana Negara
Tuntut Ekonomi dan Demokrasi, Aliansi Mahasiswa UMJ Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
2018-09-26 05:52:02

Tampak suasana aksi Aliansi Mahasiswa UMJ di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (25/9).(Foto: rbmzd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengadakan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta hingga petang dengan berbagai tuntutan pada, Selasa (25/9).

Dalam aksi tersebut, seruan mahasiwa UMJ dengan beberapa tuntutan untuk menyelamatkan ekonomi bangsa, dan demokrasi bangsa Indonesia. Mereka juga mengecam berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, seperti impor pangan yang merugikan petani.

Presiden mahasiswa UMJ, Rahmat Syarif meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengkaji ulang tentang rencana pertemuan dengan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank yang dianggap akan menambah buruk ekonomi negeri.

Kebijakan ekonomi IMF & World Bank menganut sistem neoliberalisme, yang secara sistematis mempercepat liberalisasi dan privatisasi, dan IMF dan world bank adalah faktor utama dari krisis hutang tahun 1982 dan Krisis moneter di asia tahun 1977," ujar Rahmat Syarif, Selasa (25/6).

Sementara, Ade Irmawan salah seorang yang berorasi, sangat mengecam keras tindakan represif aparat Polri, terhadap tindakan yang mencelakai para mahasiswa pada aksi demo di Sumatera, "bahwa Polri tak henti-hentinya bersikap arogan terhadap mahasiswa yang sedang aksi, kami mengecam aksi represif polri," tegasnya.

Dalam aksi demo tersebut, Aliansi Mahasiswa UMJ Bersatu menutut :

1. Stop import barang yang bisa di produksi dalam negeri

2. Perkuat ekonomi kerakyatan

3. Menolak pertemuan IMF & WorldBank

4. Perjelas arah kebijakan pemerintah yang proteksionis

5. Menolak tindakan represifitas Polri

Sedangkan dalam aksinya, sempat terjadi dorong-dorongan massa dengan aparat Kepolisian lantaran mencoba untuk menutup satu lajur jalan Medan Medeka Barat. Hal itu dilakukan mahasiswa imbas dari pihak istana yang dikabarkan tidak mau menerima perwakilan mereka.

"Pihak istana tidak mau menerima kita kawan-kawan, sama sekali kita tidak dianggap, mereka takut berdiskusi dengan kita," teriak orator.

Dalam aksi ini, Aliansi UMJ membentangkan spanduk yang berisi kecaman atas tindakan represif aparat Kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa di berbagai daerah; "Mahasiswa FISIP UMJ Menolak Hilangnya Budaya Demokrasi Pemerintah Bapak Jokowi", "Stop Pembodohan Rakyat".

Aksi ini mendapatkan pengawalan satu kompi aparat Kapolisian Resort Jakarta Pusat atau sekitar 300 personel.(dbs/nes/bh/sya)


 
Berita Terkait Demo Didepan Istana Negara
 
• Kecam Pengibaran Bendera HTI, Gerakan Jaga Indonesia Kibarkan Ribuan Merah Putih
 
• Tuntut Ekonomi dan Demokrasi, Aliansi Mahasiswa UMJ Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
 
• Buruh dan Mahasiswa Bersatu; KSPI Desak Mahasiswa yang Ditangkap Segera Dibebaskan
 
• Demo Mahasiswa di Depan Istana Berakhir Ricuh, 9 Orang Diamankan
 
• Usai Demo Menagih Janji Manis Jokowi - JK, BEM SI Shalat Magrib Berjamaah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]