Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Kasus Hambalang
Tridianto: Abraham Samad Bicara Anas Urbaningrum Sangat Garang
Friday 10 Jan 2014 07:44:47

Mantan Ketum DPC Cilacap Partai Demokrat, Tri Dianto.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjadwalkan panggilan ke 2 untuki pemeriksaan ulang mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Jumat (10/1). Anas akan diperiksa terkait posisinya sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi di proyek Hambalang dan projek lain -lainya.

Hingga Jumat pagi, kabar soal datang atau tidaknya Anas dalam pemanggilan ke 2 ke KPK masih simpang siur.

Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, jika Anas kembali mangkir, tim penyidik akan dia perintahkan menjemput paksa Anas dan langsung menahannya. dalam kesempatan wawancara live apa khabar Indonesia pagi Tvone di kediaman Anas Urbaningrum duren Sawit Jakarta Timur.

Tridoanto loyalis Anas Urbaningrum mantan ketua DPC Demokrat Cilacap mengatakan kepada Tv one, dalam panggilan kedua dalam surat tersebut masih ada penjelasan tentang projek-projek lainya. begitu juga soal ancaman jemput paksa dari KPK dengan di bantu Brimob Mabes Polri.

"Abraham Samad, bicara masalah Anas sangat menggebu - gebu terlihat garang seperti itu, kalau bicara menyangkut Ibas dan Cikeas kelihatan sekali rasa takutnya," jawab Tridoanto Jumat (10/1) di kediaman Anas Urbaningrum kepada wartawan tv one.

Dijelaskan Tridianto kembali, dirinya tidak bisa memastikan Anas akan hadir dalam pangilan KPK, namun pada pukul 09:00 WIB akan melakukan pers conpers.(bhc/put)



 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]