Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Badai
Topan Rammasun Serang Filipina Tengah
Thursday 17 Jul 2014 07:45:17

Warga Filipina terpaksa harus diungsikan dari sejumlah daerah karena cuaca buruk.(Foto: twitter)
FILIPINA, Berita HUKUM - Angin kencang memadamkan listrik dan memaksa ribuan orang harus mengungsi saat Topan Rammasun menyerang Filipina tengah. Badai Topan yang juga dikenal dengan nama Glenda itu menyerang pulau utama Luzon dengan kecepatan 185km/jam.

Pihak berwenang mengatakan paling tidak empat orang meninggal karena terpaan badai ini.

Para pejabat mengatakan pusaran badai melalui ibu kota Manila, namun cuaca buruk membuat ibu kota terganggu.
Kantor pemerintah dan sekolah-sekolah ditutup pada hari Rabu (16/7) saat penerbangan-penerbangan dibatalkan.
Lebih dari 370.000 orang, sebagian besar di bagian timur Provinsi Albay yang pertama terkena serangan topan telah dievakuasai kata Palang Merah Nasional Klik Filipina.

Aula-aula kota telah diubah menjadi tempat penampungan dan para pengungsi juga diamankan di sekolah-sekolah dan gimnasium.

"Pohon-pohon tumbang dan kini tinggal hujan dan angin," kata saksi mata Zhey Anzures kepada BBC.
"Kami berada di samping sebuah bangunan yang sedang didirikan dan mesin derek berputar karena angin kencang," katanya.

Badai menyebabkan kerusakan pada pohon dan tiang listrik di Legazpi, dan daerah saat ini tanpa listrik, kata Olavario. Dia juga mengatakan saat ini tidak ada laporan korban luka di antara anggota disponsori atau keluarga mereka. Orang dievakuasi dari rumah mereka sebelum badai telah diizinkan untuk kembali.

Filipina berkaitan dengan lebih dari 20 topan dan badai tropis setiap tahun. Sebagai Rammasun bergerak melalui tengah dan utara Filipina Selasa dan Rabu, banjir, kerusakan dari angin kencang dan tanah longsor menjadi ancaman.

Meskipun topan ini melanda kawasan daratan dengan kekuatan angin topan 3 Kategori, angin melambat drastis karena berjalan di seluruh negeri. Pusat badai mencapai ibu kota Manila pada sekitar 8:00 Rabu pagi, waktu setempat, sebagai badai Kategori 1, The Weather Channel melaporkan.

Setidaknya tiga rumah telah dilaporkan hancur setelah badai, dan Cabrera mengharapkan laporan tambahan kerusakan dari seluruh negeri. Selain kerusakan rumah, kerusakan pohon kelapa, tanaman pisang dan tanaman padi dan jagung bisa menjadi signifikan.(BBC/unbound/bhc/sya)


 
Berita Terkait Badai
 
Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
 
Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
 
10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
 
Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
 
Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]