Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Badai
Topan Mahasen ancam Bangladesh dan Burma
Wednesday 15 May 2013 17:03:56

Perkiraan Foto Satelit memperlihatkan arah Siklon Mahasen di Kawasan.(Foto: Ist)
BANGLADESH, Berita HUKUM - Aparat di Bangladesh maupun Burma mulai menyerukan tindak evakuasi pada ratusan ribu warga sebagai antisipasi atas semakin dekatnya serangan badai di dua negara itu.

Topan Mahasen selama ini dianggap sulit diterka arahnya namun kali ini diperkirakan akan menghantam wilayah dataran rendah dekat pantai Bangladesh di sekitar kota Chittagong, dalam waktu 24 jam.

Sementara di Burma, daerah yang diduga jadi sasaran topan adalah yang dihuni warga Muslim di Rakhine yang kini berlindung hanya di tempat penampungan seadanya karena dilanda konflik antar agamas.

PBB telah memperingatkan lebih dari delapan juta jiwa terancam hidupnya akibat serangan badai yang ganas ini, yang diduga akan menghempas daratan pada Kamis (16/05) atau Jumat sesudahnya di dekat perbatasan antara kedua negara.

Di Bangladesh, seperti ditulis Kantor Berita AFP, warga diungsikan ke tempat-tempat pengungsian yang dibangun sebagai antisipasi bencana.

Perahu terbalik

Sementara di Burma sekitar 166.000 warga rencananya akan dipindahkan ke wilayah di barat laut yang relatif bebas bencana.

"Militer yang akan memindahkan warga ke daratan lebih tinggi, " kata Aung Min salah seorang pejabat Kantor Kepresidenan Burma.

Di lokasi yang lebih tinggi itu, para warga akan diungsikan ke sekolah-sekolah dan tempat penampungan, tambahnya dalam sebuah jumpa pers di Rangoon hari ini. Rabu 15 Mei.

"Sebagian warga menolak pindah. Kami juga tidak mau melihat mereka jadi korban jadi kami akan tetap pindahkan dengan dasar UU Perlindungan Bencana," tegasnya.

Lima tahun lalu, sekitar 100.000 ribu orang tewas akibat amukan Siklon Nargis yang menyapu rata wilayah desa-desa di pantai Bangladesh maupun Burma.

Senin (13/05) malam, setidaknya Klik 50 orang Rohingya tenggelam karena perahu yang membawa mereka terbalik. Perahu tersebut membawa warga dalam upaya menyelamatkan diri sebelum topan Mahasen menerjang.

Mereka diperkirakan memutuskan untuk meninggalkan kamp pengungsi yang terletak di wilayah dataran rendah tanpa menunggu bantuan pemerintah.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Badai
 
Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
 
Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
 
10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
 
Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
 
Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]