Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Freeport
Tolak Kedatangan Hillary Clinton ke Indonesia, Massa Membakar Bendera AS
Wednesday 05 Sep 2012 17:44:53

Pembakaran simbol Kapitalis di depan Kantor kedutaan Besar AS (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Puluhan massa yang berasal dari perwakilan beberapa organisasi pergerakan menggelar aksi protes di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/9) siang.

Kedatangan para aktivis ini untuk memprotes kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton ke Indonesia. Kabarnya, kunjungan Menlu AS ke Indonesia terkait perpanjangan kontrak antara Pemerintah RI dengan PT. Freeport.

Dalam tuntutannya, massa meminta agar pemerintah Indonesia berani untuk menasionalisasi PT. Freeport untuk kedaulatan negara. Mereka juga menolak intervensi AS terhadap kedaulatan Negara RI. Selain itu, massa juga mendesak pemerintah agar PT. Freeport diadili di Mahkamah Internasional terkait kekerasan, pelanggaran HAM dan pengrusakan Lingkungan yang terjadi di Tanah Papua.

“Kami sebagai anak Papua, sejak tahun 1967, menolak kehadiran PT. Freeport di Indonesia. Sebab Freeport adalah pelaku kejahatan kemanusiaan, untuk itu saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menasionalisasi PT. Freeport di Indonesia guna untuk kesejahteraan rakyat Indonesia”, kata Dorus Wakum, aktivis National Papua Solidarity (Napas), seperti yang dikutip laman berdikari.com pada Senin (3/9).

Dorus Wakum mengatakan, kehadiran PT. Freeport di Papua tidak sedikitpun memberikan manfaat dan keuntungan bagi tanah papua, yang ada hanya limbah yang meluas.

Massa menutup aksinya dengan pembacaan pernyataan sikap bersama, kemudian membakar bendera Amerika Serikat yang bertuliskan ‘Freeport = VOC’. Pembakaran ini sebagai simbol untuk menolak intervensi AS terhadap kedaulatan negara Republik Indonesia.

Sejumlah organisasi pergerakan yang hadir adalah: Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Partai Rakyat Demokratik (PRD), NAPAS (National Papua Solidarity),Petisi 28, LMND, SRMI, FPPI, Indies, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Institute For Global Justice (IGJ).(ui/brd/bhc/opn)


 
Berita Terkait Freeport
 
• Mulyanto: Isu Perpanjangan Izin PTFI Perlu Dibahas oleh Capres-Cawapres di Masa Kampanye
 
• Legislator Nilai Perpanjangan Ijin Ekspor Konsentrat Tembaga Freeport Indonesia Akan Jadi Preseden Buruk
 
• Ridwan Hisyam Nilai Pembangunan Smelter Freeport Hanya Akal-Akalan Semata
 
• Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka
 
• Wahh, Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Freeport terkait Perpanjangan Izin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]