Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Islam
Tokoh Agama Kecam Pernyataan Menteri Agama
Thursday 11 Jun 2015 06:30:29

Ilustrasi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.(Foto: Istimewa)
SURABAYA, Berita HUKUM - Pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sosial media twitter yang mengimbau agar umat Islam harus menghormati umat lain yang tidak puasa dengan membolehkan warteg membuka di siang hari, mendapat kecaman dari tokoh agama di Jawa Timur.

"Kenapa yang mayoritas harus menghormati yang minoritas. Seharusnya minoritas menghormati yang mayoritas. Itu menteri ngawur. Umat Islam di Jawa Timur tidak akan mengindahkan pernyataan menteri agama," terang Ketua Forum Dakwa Islamiyah Jawa Timur, Ali Badri Zaini, Rabu (10/6).

Ali Badri menjelaskan, sejak dulu aturan dalam bulan Ramadhan warteg dan restoran di pinggir jalan selalu menutupi dengan spanduk. Hal ini dikarenakan mereka menghormati umat Islam yang notabene sebagai umat mayoritas di Indonesia. Jika aturan ini dibalik oleh menteri agama, maka hal tersebut mengesankan bahwa menteri agama seperti tebang pilih.

Dirinya mencontohkan, ketika hari raya Nyepi di Bali, masjid-majid tidak akan memakai pengeras suara adzan atau ceramah. Hal ini karena umat muslim di Bali sebagai agama minoritas menghormati umat Hindu yang merayakan Nyepi.

"Bukan hanya di Bali. Saat perayaan Natal, umat Islam juga ikut membantu pengamanan gereja-gereja. Itu karena umat muslim menghormati umat kristiani. Sekarang giliran umat Islam yang menjalankan ibadah, kenapa juga diperintahkan harus menghormati yang tidak berpuasa?" katanya dengan nada geram.

Ali Badri mempersilakan para pemilik usaha makanan tetap beroperasi, hanya saja harus menghormati umat muslim yang menjalankan puasa dengan cara transparan.

Seperti diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengimbau pihak yang berpuasa harus menghormati hak pihak lain yang tidak berkewajiban dan tidak sedang berpuasa. Artinya, selama Ramdhan restoran atau rumah makan diperbolehkan tetap beroperasi untuk menghormati yang sedang tidak puasa.

Sementara, etua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menyayangkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terkait orang berpuasa juga harus menghormati yang tidak berpuasa. Ia mengatakan, pernyataan Lukman tidak tepat logika dan proporsinya.

“Pernyataan Menteri Agama justru memicu masalah. Menag tidak boleh memicu kegaduhan dalam kehidupan dan kerukunan umat beragama. Harusnya Menag bicara yang lebih strategis,” kata Jazuli dalam keterangannya, Rabu (10/6).

Menurut Jazuli, sudah menjadi kelaziman sejak dahulu untuk lebih menghormati orang yang sedang beribadah. “Jadi Menag ini logikanya kebolak-balik dan terkesan tidak paham bagaimana mempromosikan kerukanan,” ucapnya.

Seperti diberitakan, melalui akun twitter pribadi @lukmansaifuddin Menteri Agama mengunggah status yang menimbulkan polemik. Statusnya berbunyi: “Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati jg hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa.” (ahb/ksr/Aktual.co/km/pc/tn/bijak/bh/sya)


 
Berita Terkait Islam
 
Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung
 
Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
 
Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
 
Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
 
LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]