Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Sengketa Tanah
Tinjau Konflik Tanah, DPR Akan Segera Turun ke Sukodadi
Friday 12 Oct 2012 00:29:47

Komisi III dari Fraksi PPP Ahmad Yani saat RDPU dengan Forum Masyarakat Bersatu Peduli Hak Asasi Manusia (FMBP Hamas Palembang), di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu Sore, ( 10/10), (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komis III DPR akan segera menjadwalkan kunjungan spesifik ke Sumsel guna mengetahui lebih jauh persoalan konflik agraria antara warga di empat Kelurahan Sukodadi, Palembang dengan Pihak TNI-AU.

“DPR akan segera turun ke lapangan sebagaimana permintaan kawan-kawan dari Palembang ini, kalo bisa besok atau lusa, secepatnya lebih baik,” kata anggota Komisi III dari Fraksi PPP Ahmad Yani saat RDPU dengan Forum Masyarakat Bersatu Peduli Hak Asasi Manusia (FMBP Hamas Palembang), di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu Sore, ( 10/10).

Sementara Dodi Reza Alex (F-PG) mengatakan, perlu adanya solusi konkrit terkait persoalan agraria ini. Selain itu, TNI harus menahan diri saat mediasi sedang berlangsung. “Nanti selepas dari sini Gubernur Sumsel akan menerima audiensi dari warga untuk dapat diselesaikan dengan pihak-pihak terkait khususnya dengan Kodam dan TNI AU agar segera dicarikan titik temunya,” ujarnya.

Dia mengharapkan, konlik agraria antara masyarakat dengan aparat keamanan dapat diselesaikan dengan baik dengan tetap menjaga daerah masing-masing tetap kondusif.

Pada kesempatan itu, FMBP Hamas Palembang memaparkan bahwa, konflik agraria yang terjadi antara warga Sumatera Selatan dengan TNI AU sampai sekarang masih belum tercapai titik temu.

Menurut FMBP Hamas Palembang, persoalan bermula ketika TNI AU mengklaim tanah Warga di empat kelurahan di Sumatera Selatan sebagai tanah milik TNI AU. Namun masyarakat setempat tidak menerima hal tersebut dikarenakan mereka menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik masyarakat. Bahkan, beberapa dari warga menyatakan telah memiliki sertifikat atas hak tanah tersebut.

“Hal tersebut memicu terjadinya bentrok antara warga dengan TNI AU yang terjadi hampir setiap hari,” terang juru bicara FMBP Hamas Palembang kepada Komisi III DPR

Oleh sebab itu, FMBP Hamas Palembang berharap Komisi III DPR RI dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, selama ini jalan yang mereka tempuh belum juga membuahkan hasil dari berbagai pertemuan dengan Walikota bahkan sampai pada DPRD Sumatera Selatan

Seperti kita ketahui, Ratusan warga jalan Mekar Sari, Kelurahan Sukodadi, Palembang, Sumatra Selatan, hampir bentrok dengan anggota Satuan TNI Angkatan Udara (Auri) yang mengklaim tanah sekitar 700 hektare, terdiri dari 24 RT dan empat kelurahan.

Satuan TNI AURI hendak mengalih fungsikan lahan menjadi lapangan golf serta areal track motor. Salah satu RT yang akan digusur adalah RT 31. Tindakan tentara tersebut membuat 98 kepala keluarga (KK) atau sedikitnya 500 jiwa di RT tersebut terancam akan kehilangan tempat tinggal.(dpr/bhc/rby)


 
Berita Terkait Sengketa Tanah
 
Masalah Pinang Babaris yang Dibangun Hotel Ibis & Mercuri Terus Dipersoalkan Sindoro
 
Penjualan Tanah di Cagar Budaya GPIB Immanuel Dipertanyakan
 
Redistribusi Lahan Eks PT Tratak Harus Segera Dilaksanakan
 
Melawan Kriminalisasi di Tanah Rampasan PTPN
 
Bupati Bogor Perpanjang Lahan HGU PT Hevea Indonesia, Petani Penggarap Diintimidasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]